• Terkini
  • Trending
  • Semua

BEM Unira Nilai Ada Ketimpangan dalam Bisnis Pertembakauan

6 bulan lalu

Modus Kulakan Solar untuk Ditimbun Polres Pamekasan Ciduk Pria asal Pasean

15 jam lalu

Teknologi di IBS PKMKK Berhasil Dorong Nalar Kritis Santri

23 jam lalu

Sejumlah Kecamatan di Pamekasan Masuk Zona Rawan Kebakaran saat El Nino

1 hari lalu
Guru Besar UIN Madura Tawarkan Kurikulum Cinta Tekan Perundungan di Pesantren

Guru Besar UIN Madura Tawarkan Kurikulum Cinta Tekan Perundungan di Pesantren

2 hari lalu

Lokasi Sekolah Rakyat Pamekasan Mulai Menemukan Titik Terang

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Pesan Jamaah Haji Agar Tidak Ditelantarkan

2 hari lalu

Komisi I DPR RI Cek Stok Beras di Gudang Bulog Madura

2 hari lalu

BPJS Ketenagakerjaan Target Semua Karyawan SPPG di PamekasanTerlindungi

3 hari lalu

Peringati Hardiknas Bupati Pamekasan Tekankan Penguatan Karakter dan Sekolah Bebas Perundungan

3 hari lalu

Persoalan Upah Buruh Belum Sejalan Kepentingan Perusahaan

5 hari lalu

Siswa Sekolah Rakyat Pamekasan Tunjukkan Peningkatan Berat Badan dan Kedisiplinan

5 hari lalu
4 Guru Besar UIN Madura Dikukuhkan di Hari Pendidikan Nasional

4 Guru Besar UIN Madura Dikukuhkan di Hari Pendidikan Nasional

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Mei 7, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

BEM Unira Nilai Ada Ketimpangan dalam Bisnis Pertembakauan

Seminar nasional di Unira ungkap ironi ketimpangan ekonomi dan janji KEK tembakau

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
13 November 2025
in Ekonomi
12 0
0

Seminar dan FGD Nasional bertema “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura” yang digelar di Universitas Madura (Unira), Kamis (13/11/2025).

0
SHARES
118
VIEWS

PAMEKASAN, MANDURANET — Madura selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau terbaik di Indonesia. Daun-daun kering dari Pamekasan, Sumenep, Bangkalan, hingga Sampang menjadi bahan utama industri rokok nasional. Namun di balik harum tembakau itu, ada ironi panjang yang kembali disorot dalam Seminar dan FGD Nasional bertema “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura” yang digelar di Universitas Madura (Unira), Kamis (13/11/2025).

Acara yang diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unira bekerja sama dengan Komunitas Akademik Madura (KAMURA) ini mempertemukan pejabat daerah, akademisi, dan pelaku usaha kecil.

Mereka berbicara lantang tentang satu hal, bahwa Madura telah lama menjadi lumbung ekonomi nasional, tapi tetap menjadi wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto menegaskan pentingnya forum tersebut sebagai langkah awal membangun arah baru ekonomi Madura.

“Kita kaya petani tembakau, tapi harga jual belum berpihak pada mereka,” katanya.

Ia mengakui, pemerintah daerah tengah memperbincangkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau, sebagai upaya mengakhiri keresahan Madura pada industri rokok besar di luar pulau.

“Kami ingin Madura tidak hanya menjual daun, tapi juga memproduksi hasilnya,” ujarnya.

Namun pernyataan itu disambut skeptis oleh sebagian akademisi yang menilai persoalan tembakau Madura tidak sesederhana membangun kawasan industri.

Presiden Mahasiswa Unira, Izet Alfian Fatahillah menyatakan, di balik semua ini, ada ketimpangan struktural yang sudah berlangsung puluhan tahun, ketika daerah hanya memasok bahan mentah, sementara nilai tambah diserap pusat.

Ia menyebut, keresahan mahasiswa bermula dari kebijakan pemberantasan rokok ilegal yang dilakukan pemerintah pusat.

“Kebijakan itu sering menghantam usaha kecil, padahal mereka hanya bertahan hidup. Ini menandakan ketimpangan dalam melihat realitas ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menegaskan perlunya desentralisasi ekonomi agar kekayaan Madura tidak lagi tersedot keluar tanpa dampak nyata bagi masyarakatnya.

Nada serupa datang dari Moh. Ilyas, tim perumus Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, ketua KAMURA. Ia menyingkap data riset yang menegaskan bahwa tembakau Madura memiliki kadar nikotin rendah dan menjadi bahan utama industri rokok nasional.

“Sayangnya, kebijakan cukai nasional justru menekan potensi itu. Cukai diposisikan sebagai pengendali, bukan pendorong pertumbuhan,” katanya.

Menurut Ilyas, munculnya pabrik rokok kecil (PR) di Madura bukan semata pelanggaran hukum, melainkan bentuk perlawanan ekonomi rakyat terhadap sistem yang tidak memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha lokal.

“Fenomena ini mestinya dibaca sebagai peluang ekonomi baru,” tegasnya.

Rektor Unira Gazali menyoroti paradoks ekonomi yang menjerat Madura.

“Pasuruan maju karena punya industri rokok besar. Madura hanya jadi pemasok bahan mentah,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa perputaran uang dari industri garam dan tembakau di Pamekasan mencapai angka besar, bahkan melebihi APBD daerah. Namun, kemiskinan struktural tetap melekat karena tidak ada industri lokal yang memberi nilai tambah.

“Ekonomi bukan sekadar angka pertumbuhan, tapi soal kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat,” tegasnya.

Gazali juga menyebut pentingnya membangun kolaborasi multihelix, antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat, agar gagasan KEK Tembakau tidak berhenti pada seremoni.

Diskusi yang berlanjut hingga siang hari menegaskan satu kesimpulan besar, yaitu Madura butuh keberpihakan kebijakan. Para narasumber sepakat bahwa potensi ekonomi lokal selama ini tidak diikuti dukungan regulasi yang memadai.

Tags: Bupati KholilurrahmanDisperindag PamekasanDKPP PamekasanDPRD PamekasanKEKRokok MaduraTembakauWabub Sukriyanto
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version