PAMEKASAN, MADURANET – Sejumlah kecamatan di Kabupaten Pamekasan dipetakan sebagai zona rawan kebakaran seiring meningkatnya kasus dalam setahun terakhir dan dampak cuaca kering akibat fenomena El Nino.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Pamekasan, Misyanto, mengatakan pemetaan dilakukan berdasarkan data kejadian sepanjang 2025 hingga awal 2026.
“Wilayah rawan kebakaran tersebar di Kecamatan Pamekasan, Pademawu, Tlanakan, Proppo, Larangan, Galis, Pengantenan, hingga Palengaan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut tidak lepas dari pengaruh cuaca ekstrem yang cenderung panas dan kering.
“Bisa dilihat, sepanjang Januari 2026, tercatat empat kasus kebakaran, terdiri dari satu kasus akibat kompor gas elpiji, satu kasus korsleting listrik, dan dua kasus akibat kelalaian manusia. Sementara itu, pada 2025 tercatat lebih dari 115 kejadian kebakaran yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan,”
Data tersebut, lanjut dia, menjadi dasar peningkatan kewaspadaan serta di susul cuaca elnino yang cenderung membuat suhu panas meningkat.
Ia menambahkan, wilayah utara Pamekasan juga tetap menjadi perhatian meski belum memiliki pos damkar tersendiri.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, pihaknya menyiagakan 44 personel, jumlah yang sama seperti tahun sebelumnya. Personel tersebut dibagi dalam beberapa regu untuk memastikan respons cepat saat terjadi kebakaran.
Selain itu, dirinya mengupayakan pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Hingga saat ini, Damkar telah menggelar delapan kegiatan edukasi, baik di markas maupun langsung ke lapangan.
“Kami berharap seluruh stakeholder, mulai dari kecamatan hingga desa, bisa bersama-sama mencegah kebakaran,” ujar Misyanto.
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Pamekasan, Yusuf Wibiseno, mengingatkan potensi peningkatan kebakaran akibat fenomena El Nino yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Menurut dia, suhu tinggi dan minimnya curah hujan meningkatkan risiko kebakaran, baik di lahan kering, rawa, maupun kawasan permukiman.
“Dampak paling mungkin adalah meningkatnya kejadian kebakaran di berbagai wilayah. Makanya masyarakat harus meningkatkan kehati-hatian,” tandasnya.












