PAMEKASAN, MADURANET – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi refleksi bahwa pendidikan tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesejahteraan siswa.
Hal itu terlihat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan. Dalam beberapa bulan terakhir, perubahan siswa tidak hanya tampak secara fisik, tetapi juga pada sikap dan perilaku sehari-hari.
Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, mengatakan siswa kini lebih mandiri, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial.
“Anak-anak sudah terbiasa saling membantu, baik saat belajar maupun ketika ada teman yang sakit,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Perubahan tersebut, tambah Aisyah, sejalan dengan data yang dilaporkan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia.
“Dari 49 siswa, sebanyak 43 anak atau 87,7 persen mengalami kenaikan berat badan selama Januari–April 2026, dengan rata-rata peningkatan sekitar 2,8 kilogram. Tidak ada siswa yang mengalami penurunan berat badan. Selain itu, kasus perundungan di lingkungan sekolah juga menurun,” kata dia.
Menurut Aisyah, capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan berbasis asrama yang mengintegrasikan pemenuhan gizi dan pembinaan karakter dapat memberikan dampak nyata.
Ia menegaskan, Hardiknas menjadi momentum untuk memperkuat arah pendidikan yang lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kepribadian siswa.
“Kami ingin anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, sekolah juga menerapkan pembatasan penggunaan gawai agar siswa lebih fokus pada interaksi sosial dan pengembangan diri.
Sebagian besar siswa di sekolah ini berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, pihaknya berharap, Sekolah Rakyat menjadi ruang yang memberi akses pendidikan yang lebih adil sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik.













