PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan akhirnya mengerucutkan pilihan di Desa Bicorong sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, setelah melalui serangkaian survei di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Sosial Pamekasan, Herman Hidayat Santosa, mengatakan lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis dan memenuhi sejumlah kriteria awal.
“Ya, Bicorong dari sisi lokasi cukup strategis. Sesuai amanat Bupati, lokasi ditengah-tengah agar mudah diakases semua kecamatan,” kata Herman, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, proses penentuan lokasi telah selesai. Namun, untuk tahap pembebasan lahan masih dalam proses dan menjadi kewenangan instansi teknis terkait.
“Proses penentuan lokasi sudah. Pembebasan lahan masih belum, itu teknisnya ada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah daerah mempertimbangkan beberapa kecamatan lain sebagai alternatif lokasi, seperti Batumarmar, Waru, dan Pakong. Namun, hasil survei menunjukkan adanya sejumlah kendala yang membuat lokasi-lokasi tersebut belum memenuhi syarat optimal.
Herman menambahkan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan, terutama setelah lahan tersedia.
“Untuk target memang diminta lebih cepat, lebih baik jika ketersediaan lahan yang memenuhi syarat sudah ada,” ucapnya.
Saat ini, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama 29 Pamekasan masih berlangsung di gedung sementara, yakni di Jalan Jokotole Indah, Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu. Gedung tersebut merupakan eks Akademi Keperawatan yang statusnya masih sewa.
Terkait pembangunan gedung permanen, Herman menegaskan bahwa Pemkab Pamekasan telah membentuk tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat proses.
“Dalam suksesi pembangunan gedung, dari lokasi hingga pembangunan Sekolah Rakyat, pemerintah Kabupaten Pamekasan membentuk tim. Dinsos bagian dari tim,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan teknis lahan melibatkan dinas terkait, seperti pekerjaan umum dan pengelolaan aset daerah.
“Untuk lahan, dinas teknisnya PU dan aset. Kita bekerja secara tim,” pungkasnya.
Herman berharap proses pembebasan lahan hingga pembangunan gedung Sekolah Rakyat dapat segera rampung, sehingga fasilitas pendidikan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.













