PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan agar seluruh jamaah haji asal daerahnya tidak ditelantarkan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pesan itu disampaikan saat pelepasan jamaah di Masjid Agung Asy-Syuhada, Selasa (5/5/2026), menjelang keberangkatan ribuan jamaah.
“Jamaah haji adalah tamu Allah, jadi harus dihormati dan tidak boleh ditelantarkan,” ujar Kholilurrahman.
Ia secara khusus mengingatkan tim pendamping dan tenaga medis agar menjalankan tugas secara maksimal. Menurutnya, keberadaan mereka merupakan bagian penting dalam memastikan kelancaran ibadah jamaah.
“Mereka berangkat dengan biaya negara, sehingga punya kewajiban untuk mengurus jamaah, bukan sekadar ikut perjalanan,” tegasnya.
Selain itu, bupati juga meminta keluarga dan masyarakat yang mengantar untuk ikut memuliakan jamaah sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu Allah.
Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim, menyampaikan bahwa sebanyak 1.384 jamaah akan diberangkatkan pada 10 Mei 2026 dalam empat kelompok terbang (kloter Sub 73, 74, 75, dan Sub 76).
Pihaknya memastikan seluruh jamaah telah dipersiapkan, termasuk dukungan tim medis dan petugas pendamping guna mengantisipasi berbagai kemungkinan selama perjalanan ibadah.
Pihaknya berharap dengan pengawalan yang optimal, seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.












