• Terkini
  • Trending
  • Semua
Ketua Ranting NU Laden Diteror Karena Menolak Kedatangan Hanan Attaki

Ketua Ranting NU Laden Diteror Karena Menolak Kedatangan Hanan Attaki

3 tahun lalu

Jelang Ramadhan Polres Pamekasan Sita 311 Botol Miras

1 hari lalu

Tawaran Mutasi Jabatan di Disdikbud Pamekasan via WhatsApp Bertebaran

1 hari lalu

Bupati Ajak Dewan Kesenian Pamekasan Majukan Kesenian dan Kebudayaan

1 hari lalu

Bupati Pamekasan Tampung 8 Aspirasi PKL Konveksi Tapsiun

1 hari lalu

Persiapan Haji di Pamekasan Hampir Rampung

2 hari lalu
Bantuan 2.326 KPM PKH Pamekasan Dihapus Setelah Mandiri

Bantuan 2.326 KPM PKH Pamekasan Dihapus Setelah Mandiri

2 hari lalu

Tukang Pijat Ditalak Istrinya Tanpa Persidangan

2 hari lalu

Pria di Kecamatan Lenteng Tewas Dibacok

3 hari lalu

Penyakit Mulut dan Kaki Sapi di Pamekasan Merebak Lagi

3 hari lalu

Istri Lebih Banyak Ajukan Gugatan Cerai di Pamekasan

3 hari lalu

Tunjangan 320 PPPK Kabupaten Pamekasan Dipangakas Separuh

4 hari lalu

Jelang Ramadan, Bulog Madura Pangkas Rantai Distribusi Minyakita demi Jaga Harga

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, Februari 1, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Kriminal

Ketua Ranting NU Laden Diteror Karena Menolak Kedatangan Hanan Attaki

Penolakan juga dilakukan Kepala Desa Laden Alimuddin

oleh Hasbi Amrullah
12 Februari 2023
in Kriminal, Peristiwa
489 10
0
Ketua Ranting NU Laden Diteror Karena Menolak Kedatangan Hanan Attaki
0
SHARES
5k
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Ketua Ranting Nadhlatul Ulama (NU) Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Nur Suyanto mendapat teror setelah menolak kedatangan Hanan Attaki, seorang da’i yang kerap mengkampanyekan ideologi khilafah dan mengatakan Nabi Musa premannya para nabi, berceramah di Pamekasan pada Ahad (12/2/2023). Nur Suyanto melakukan penolakan tidak hanya sendirian, melainkan bersama-sama dengan masyarakat Desa Laden dan Kepala Desa Laden, Alimuddin.

Ancaman terhadap Nur Suyanto diunggal dalam sebuah status whatsapp seseorang bernama Ra Mausul. Belum diketahui pasti siapa orang bernama Ra Mausul tersebut.

Dalam unggahan itu tergambar foto Nur Suyanto berkopyah hitam, berjas biru kotak-kotak. Kemudian di foto tersebut tertulis, “Jika terjadi apa-apa orang ini yang akan kita “…..”namanya Nur Suyanto lokasi rumahnya sudah disherloce sama teman-teman lapangan.

Nur Suyanto sendiri bersama dengan aparat desa setempat dan tokoh masyarakat desa setempat, dengan tegas menolak Hanan Attaki mengisi ceramah di Desa Laden. Menurutnya, Hanan Attaki merupakan da’i yang banyak ditolak oleh masyarakat karena isi ceramahnya menuai kontroversi. Hanan Attaki pernah ditolak saat akan mengisi ceramah di Masjid Agung Assyuhada Pamekasan beberapa waktu lalu.

Di Kabupaten Sumenep, di Gresik, di Jember dan sejumlah daerah lainnya, Hanan juga ditolak.

“Karena Hanan banyak ditolak, maka kami masyarakat Desa Laden dan perangkat desa, juga menolak,” terang Nur, Sabtu (11/2/2023).

Menurut Nur, masyarakat Desa Laden selama ini hidup damai dan rukun. Namun setelah adanya Hanan Attaki mau berceramah di desanya, desanya menjadi tidak tenang. Apalagi Hanan Attaki didukung oleh kelompok masyarakat dan organisasi massa yang selama ini dikenal keras.

“Kalau pengajiannya silahkan lanjutkan, tapi masyarakat minta agar penceramahnya diganti atau kegiatannya dipindah ke tempat lain yang mau menerima dia,” imbuhnya.

Teror juga disampaikan pemilik akun facebook bernama Saifuddin Surur. Di statusnya, pria pentolan FPI ini menulis, “Barang siapa yang menginginkan istrinya jadi janda dan anaknya jadi yatim, silahkan ganggu kedatangan Ustadz Hannan Attaki di Pamekasan . . .!!”

Ketua PCNU Pamekasan, Kiai Taufik dalam situs media onlie PCNU Pamekasan mengatakan, rencana kedatangan Hanan Attaki telah mengganggu kerukunan dan kedamaian desa setempat. Bahkan telah menimbulkan gejolak sosial di Desa Laden. Pihaknya mengharap agar panitia tahu diri dan tidak memaksakan kehadiran Hanan. Jika situasi terus dibiarkan bergejolak, maka akan ada gesekan sosial.

“Mengingat Hanan Attaki banyak ditolak di sejumlah daerah, maka acaranya jangan dilanjutkan. Dakwah itu salah satu tujuannya menciptakan ketentraman, kedamaian dan menyejukkan. Jika ada ceramah yang meresahkan, maka tidak baik untuk umat,” terang Kiai Taufik.

Karena situasinya sudah bergejolak, alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini meminta agar aparat kepolisian jangan berpangku tangan. Menurutnya, jangan dibiarkan gejolak masyarakat dan keresahan masyarakat karena kedatangan Hanan Attaki.

“Aparat kepolisian yang tegas dalam menyikapi gejolak di Desa Laden. Kemarin sudah ada kejadian di Desa Nyalabu laok yang masih belum tuntas. Kini ditambah lagi dengan kasus Hanan Attaki,” ungkapnya.

Tags: AnsorBanserFPIHanan AttakiHTINahdlatul UlamaOrmasRadikalTeror Hanan Attaki
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version