PAMEKASAN, MADURANET – Pedagang kaki lima (PKL) konveksi di kawasan Tapsiun, Kabupaten Pamekasan, menyampaikan delapan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam audiensi yang digelar di Pringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Jumat (30/1/2026).
Audiensi dihari Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan Taufikurrachman dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja.
Perwakilan PKL Konveksi Tapsiun, Faisal, selaku Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APLI) Pamekasan, mengatakan kondisi kawasan Tapsiun sebelah utara yang telah dibangun sejak 2010 belum pernah mendapat perawatan serius. Saat ini, terdapat 76 kios konveksi aktif yang menggantungkan penghidupan di lokasi tersebut.
“Kami menyampaikan delapan persoalan, mulai dari kondisi bangunan, penerangan, hingga kebutuhan pelatihan dan permodalan,” ujar Faisal.
Ia merinci, persoalan mendesak meliputi pagar sisi utara kawasan Tapsiun, minimnya penerangan jalan umum (PJU), instalasi listrik yang kerap bermasalah, hingga toilet umum yang tidak berfungsi.
”Selain itu, PKL juga meminta fasilitas WiFi gratis, dukungan koperasi yang telah terbentuk, serta pelatihan peningkatan kapasitas pedagang,” ujarnya.
Kepala Koperasi Eks PJKA Niko Prasetyo menambahkan, mayoritas pedagang konveksi berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah sehingga membutuhkan dukungan modal agar mampu bersaing.
“Kami tidak punya modal. Harapan kami ada bantuan permodalan supaya bisa membantu PKL,” ujarnya.
Masukan serupa juga disampaikan sejumlah pedagang. Wafi, salah satu pedagang konveksi, meminta adanya pelatihan khusus pemasaran digital agar PKL dapat mengikuti perkembangan pasar.
Sementara Mohammad Suhri berharap penataan kawasan, khususnya di sisi utara Tapsiun, dapat ditingkatkan untuk menarik pengunjung.
”Ditambahkan lampu mainan agar lebih menarik lagi bagi pembeli,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Pamekasan Achmad Sajifudin menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2026, Pemkab Pamekasan merencanakan revitalisasi empat titik sentra PKL, termasuk kawasan eks PJKA.
“Saat ini kami sedang melakukan redesain agar kawasan ini lebih estetis, ikonik, dan memiliki nilai historis,” kata Achmad.
Ia juga menyebutkan rencana kerja sama digitalisasi pemasaran dengan Shopee yang ditargetkan berjalan setelah Idulfitri, serta koordinasi dengan Diskominfo terkait fasilitas WiFi dan penyelesaian persoalan kelistrikan.
Sementara itu, Sekda Pamekasan Taufikurrachman menegaskan pentingnya menghidupkan koperasi PKL sebagai sarana akses permodalan bagi pedagang.
Namun, ia mengingatkan bahwa status lahan eks PJKA yang masih berstatus sewa menjadi kendala utama pembangunan kios permanen.
“Kami apresiasi semangat para pedagang. Namun perlu dipahami, lahan ini belum sepenuhnya menjadi aset daerah,” ujarnya.
Audiensi PKL Konveksi Tapsiun berlangsung dalam suasana tertib serta kondusif. Seluruh aspirasi pedagang telah dicatat untuk ditindaklanjuti oleh perangkat daerah sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran Pemerintah Kabupaten Pamekasan.













