PAMEKASAN, MADURANET – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Kabupaten Pamekasan memasuki tahap akhir. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Pamekasan mencatat, hingga akhir Januari, sebanyak 1.381 jamaah haji telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim, mengatakan masih terdapat tujuh petugas haji daerah yang dinyatakan lulus seleksi namun belum melakukan pelunasan. Hal itu terjadi karena belum adanya perintah resmi dari pemerintah pusat.
“Untuk jamaah reguler, pelunasan sudah berjalan baik. Tinggal petugas haji daerah yang menunggu instruksi pusat,” kata Abdul Halim saat ditemui di kantornya, Jumat (30/1/2026).
Dari sisi administrasi perjalanan, penyelesaian paspor telah mencapai 99 persen. Sejumlah kecil jamaah belum terekam karena masih berada di luar daerah. Namun, Kemenag memastikan hal itu tidak menjadi kendala serius mengingat batas akhir pemvisaan masih hingga 28 Februari 2026.
Sementara itu, untuk tahapan kesehatan, Kemenag masih menunggu ketersediaan vaksin meningitis. Vaksinasi direncanakan akan dilaksanakan bersamaan dengan manasik haji tingkat kecamatan.
“Vaksin meningitis nanti digelar bersamaan dengan manasik di kecamatan,” ujarnya.
Manasik haji tingkat kecamatan dijadwalkan berlangsung di lima titik, yakni di SMK Negeri 3 Pamekasan, Kecamatan Pademawu, Al Khairat Palduging, di Kecamatan Proppo, serta Ponjenan, Kecamatan Batumarmar.
Abdul Halim juga mengungkapkan adanya kendala teknis saat proses pemvisaan, khususnya pada jamaah lanjut usia.
”Beberapa lansia mengalami kesulitan perekaman sidik jari karena kondisi jari yang sering terpapar air, ” ujarnya
Nemun, lanjut dia, kendala tersebut diatasi dengan rekomendasi resmi bahwa alat pemindai sidik jari bermasalah, sehingga tetap dapat ditoleransi oleh sistem aplikasi visa.
Saat ini, Kemenhaj Pamekasan masih memfokuskan penyelesaian pramanifest jamaah haji. Rencananya, jamaah akan terbagi dalam empat kloter, yakni kloter A, B, C, dan D.
Pihaknya menjelaskan, kloter A, B, dan C akan diisi penuh jamaah asal Pamekasan, sementara kloter D bersifat gabungan dengan jamaah dari Kabupaten Sumenep.
“Penentuan kloter final insyaallah minggu ini jadwalnya keluar,” ujar Abdul Halim.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak tergiur menggunakan visa selain visa haji resmi yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. Saat ini, hanya visa haji reguler dan visa haji mujamalah yang diakui.
“Selain dua jenis visa itu, tidak diperbolehkan. Pengawasan masuk Masjidil Haram sekarang sangat ketat, ada delapan lapis pengamanan,” tegasnya.
Dirinya berharap seluruh jamaah mematuhi ketentuan resmi agar pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan sesuai regulasi internasional.
”Waktu dekat, kami akan keliling ke travel-travel guna mengecek, apakah masih ada visa selain visa haji,” pungkasnya.













