SUMENEP, MADURANET – Perum BULOG Kantor Cabang Madura mulai menyalurkan minyak goreng subsidi Minyakita langsung ke pedagang pasar rakyat. Langkah ini ditempuh untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menahan laju kenaikan harga menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri, Rabu (28/1/2026).
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut penugasan resmi dari pemerintah kepada Bulog sebagai distributor Minyakita. Dengan penugasan itu, Bulog kini diperbolehkan menyalurkan Minyakita langsung ke pengecer tanpa melalui distributor tingkat dua, yang selama ini dinilai membuat rantai distribusi terlalu panjang dan berpotensi memicu gejolak harga.
Wakil Pemimpin Cabang Madura, Muhammad Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa langkah ini sebagai tahap awal, distribusi Minyakita telah dilakukan di Pasar Anom Baru Kabupaten Sumenep dan Pasar Kolpajung Kabupaten Pamekasan.
Pihaknya memaparkan, penyaluran selanjutnya akan diperluas ke seluruh pasar rakyat dan pengecer di wilayah kerja Bulog Madura.
“Secara resmi, Bulog telah mendapatkan penugasan dari pemerintah sebagai distributor Minyakita. Bulog kini diperbolehkan menyalurkan Minyakita langsung ke pengecer tanpa melalui distributor tingkat dua,” kata Zaenal.
Selain distribusi, Bulog bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep dan Satgas Pangan Polres Sumenep juga melakukan sosialisasi dan pengawasan di pasar.
”Pengawasan dilakukan agar Minyakita dijual langsung kepada konsumen dan sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter,” ujarnya.
Zaenal menegaskan, pengawasan menjadi bagian penting untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang periode konsumsi tinggi.
“Sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat, Bulog bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah dan Satgas Pangan Polres tidak segan akan memberikan evaluasi terhadap pedagang jika ada penyimpangan terhadap program penyaluran Minyakita ini,” tegasnya.
Dengan distribusi langsung dan pengawasan ketat tersebut, pihaknya berharap harga minyak goreng subsidi tetap stabil dan mudah diakses masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Dari sisi pemerintah daerah, Dinas Perdagangan Kabupaten Sumenep menilai distribusi langsung ini sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Sumenep, Idham Khalid, menyampaikan bahwa pada penyaluran awal di Pasar Anom Baru telah didistribusikan sebanyak 1.800 liter Minyakita.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan harga minyak goreng di pasaran, khususnya Kabupaten Sumenep,” ujar Idham.
Ia menambahkan, Perum Bulog telah berkomitmen memastikan ketersediaan dan harga Minyakita tetap terjaga. Selanjutnya, TPID dan Satgas Pangan Polres Sumenep akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan secara menyeluruh di lapangan.













