• Terkini
  • Trending
  • Semua

RSUD Smart Pamekasan Bantah Isu Obat Fiktif Rp 2 Miliar, Tegaskan Informasi Viral di TikTok Hoaks

2 bulan lalu

Muhammadiyah Pamekasan Buka Gembok Sekolah yang Disegel Ahli Waris

6 jam lalu

Maulid Nabi Bukan Sekadar Peringatan, Guru Besar UIN Madura Dorong Keteladanan dalam Kehidupan

15 jam lalu

MI dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Pamekasan Disegel

15 jam lalu

57 CPNS Dilantik Bupati Pamekasan Berpesan Agar Maksimal Layani Masyarakat

2 hari lalu

Berangkat Sebelum Subuh, Pulang Membawa IPK 4,00

2 hari lalu

Anak Korban Pencabulan Ayah Kandung Lahir di Toilet

2 hari lalu

Cek Pembelian Tembakau Bupati Pamekasan Tidak Temukan Sampel Dibeli Berdasarkan Perda

2 hari lalu
Aktivis Perempuan Desak Penegakan Hukum Tegas atas Kasus Kekerasan Seksual di Pamekasan

Ayah di Pamekasan Setubuhi Anaknya Hingga Hamil dan Melahirkan

4 hari lalu

BPBD Pamekasan Respons Krisis Air Bersih di Tiga Dusun Desa Kertagenah Laok

4 hari lalu

Warga Desa Ketargenah Pamekasan Krisis Air Bersih, Satu Sumur Diperebutkan Tiga Dusun

5 hari lalu

Ajudan dan Bupati Pamekasan Bantah Isu Pemukulan

6 hari lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Diduga Karena Pengaruh Sabu-Sabu Pemuda Bacok Pemuda

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Agustus 26, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Advertorial

RSUD Smart Pamekasan Bantah Isu Obat Fiktif Rp 2 Miliar, Tegaskan Informasi Viral di TikTok Hoaks

Manajemen RSUD Smart Pamekasan memastikan tudingan hilangnya obat senilai miliaran rupiah hingga dugaan keterlibatan DPRD dalam pengadaan farmasi tidak benar. Rumah sakit menegaskan seluruh sistem pengadaan telah diaudit dan berjalan sesuai regulasi pemerintah.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
1 Juli 2026
in Advertorial
11 1
0

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Smart Pamekasan, Syaiful Hidayat, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/7/2026).

0
SHARES
116
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Manajemen RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan membantah informasi yang beredar di media sosial TikTok terkait dugaan adanya obat fiktif senilai Rp 2 miliar serta tudingan adanya kompensasi kepada anggota DPRD Kabupaten Pamekasan dalam proses pengadaan obat.

Isu tersebut sebelumnya viral melalui akun TikTok bernama ‘Pamekasan_selalu jaya’, yang menyebut RSUD Pamekasan kehilangan obat bernilai miliaran rupiah namun barang yang dimaksud disebut fiktif, serta adanya dugaan keterlibatan DPRD dalam proses tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Smart Pamekasan, Syaiful Hidayat, menegaskan seluruh informasi yang beredar itu tidak benar dan sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Syaiful, pihak rumah sakit telah dimintai klarifikasi oleh Komisi IV DPRD Pamekasan dan dipertemukan dengan pihak Inspektorat serta Badan Audit Keuangan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial tersebut.

“Hasil dari pertemuan bersama Komisi IV itu jelas, semua isu yang beredar tersebut adalah hoaks. Tidak ada obat fiktif seperti yang dituduhkan,” kata Syaiful saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/7/2026).

Ia menegaskan, secara internal maupun eksternal, sistem pengelolaan keuangan dan pengadaan di RSUD Smart telah melalui berbagai proses audit dari sejumlah lembaga resmi.

Menurut dia, audit dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Inspektorat, hingga lembaga audit independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP).

“Semuanya clear, tidak ada masalah. Saya nyatakan secara tegas isu tentang obat fiktif Rp 2 miliar di RSUD itu tidak ada atau tidak benar,” ujarnya.

Syaiful menjelaskan, dugaan yang berkembang kemungkinan muncul akibat kesalahpahaman masyarakat melihat aktivitas distribusi obat dari truk pengiriman yang tidak seluruh barangnya diturunkan di RSUD Smart.

Padahal, kata dia, distribusi tersebut lazim terjadi karena satu kendaraan biasanya mengangkut kebutuhan farmasi untuk sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain dalam satu jalur pengiriman.

Ia justru menilai bagian farmasi RSUD Smart selama ini termasuk efisien dalam penggunaan anggaran.

“Kalau standar dari Kementerian Kesehatan, maksimal biaya obat itu 25 persen dari anggaran. Kami hanya di kisaran 19 sampai 20 persen. Artinya sangat efisien,” katanya.

Selain membantah isu obat fiktif, Syaiful juga menepis tudingan yang menyebut adanya kerja sama tertentu dengan anggota Komisi IV DPRD Pamekasan dalam pengadaan obat.

Menurut dia, proses pengadaan farmasi di rumah sakit dilakukan secara resmi melalui sistem E-Katalog pemerintah, sehingga harga maupun penyedia sudah ditetapkan dan tidak dapat diintervensi pihak lain.

“Bagaimana mungkin ada anggota DPRD meminta kompensasi? Itu tidak benar. Pengadaan obat dilakukan resmi melalui E-Katalog, perusahaan farmasinya jelas, dan kami tidak bisa diintervensi siapa pun,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Smart memiliki kemandirian dalam pengelolaan keuangan sehingga operasional pelayanan kesehatan harus berjalan berkelanjutan tanpa gangguan.

Karena itu, pihaknya menerapkan pengawasan ketat terhadap seluruh proses keuangan agar tidak terjadi persoalan yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Jangankan DPRD, dengan eksekutif pun kami tidak bisa diintervensi. Kami harus menjaga cash flow rumah sakit tetap sehat agar pelayanan kepada pasien tidak terganggu,” ujarnya.

Syaiful juga menegaskan sistem distribusi obat di rumah sakit tidak memungkinkan terjadinya praktik pengadaan fiktif seperti yang dituduhkan akun media sosial tersebut.

Sebab, seluruh pembelian obat wajib melalui distributor resmi yang memiliki izin dari Kementerian Kesehatan, kemudian dilaporkan secara berjenjang mulai tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.

“Tidak mungkin ada pengadaan obat fiktif. Semua tercatat, kami wajib melaporkan apa yang dibeli, distributor juga wajib melapor kepada kementerian. Sistemnya sangat ketat,” katanya.

Ia menilai penyebaran informasi yang tidak berbasis data seperti itu berpotensi merugikan institusi pelayanan publik dan menciptakan persepsi negatif di masyarakat.

Karena itu, RSUD Smart membuka ruang klarifikasi kepada siapa pun yang ingin meminta penjelasan secara langsung.

Namun, lanjut dia, apabila penyebaran informasi yang dinilai mencemarkan nama baik terus berlanjut, pihak rumah sakit tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum.

“Kalau memang terus berseliweran dan semakin tidak terkendali, langkah terakhir tentu bisa saja mengarah pada upaya hukum terkait pencemaran nama baik. Tapi kami tetap mengedepankan hak jawab terlebih dahulu,” pungkasnya.

Tags: Dinkes PamekasanKesehatanKomisi IV DPRD PamekasanMilyaran obat hangusRSUD Smart Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version