• Terkini
  • Trending
  • Semua

Kasus Suspek Campak di Pamekasan Turun Drastis, Dinkes: Mayoritas Pasien Belum Diimunisasi

2 bulan lalu

Pamit ke Rumah Famili Ibu di Pamekasan Tinggalkan Rumah Kedua Anak dan Suaminya

3 jam lalu

Asal Usul Sengketa Lahan Sekolah Muhammadiyah Pamekasan Hingga Aksi Saling Lapor Polisi

6 jam lalu

Ketua Muhammadiyah Pamekasan Dilaporkan ke Polres Pamekasan

8 jam lalu

Muhammadiyah Pamekasan Buka Gembok Sekolah yang Disegel Ahli Waris

1 hari lalu

Maulid Nabi Bukan Sekadar Peringatan, Guru Besar UIN Madura Dorong Keteladanan dalam Kehidupan

2 hari lalu

MI dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Pamekasan Disegel

2 hari lalu

57 CPNS Dilantik Bupati Pamekasan Berpesan Agar Maksimal Layani Masyarakat

3 hari lalu

Berangkat Sebelum Subuh, Pulang Membawa IPK 4,00

3 hari lalu

Anak Korban Pencabulan Ayah Kandung Lahir di Toilet

3 hari lalu

Cek Pembelian Tembakau Bupati Pamekasan Tidak Temukan Sampel Dibeli Berdasarkan Perda

3 hari lalu
Aktivis Perempuan Desak Penegakan Hukum Tegas atas Kasus Kekerasan Seksual di Pamekasan

Ayah di Pamekasan Setubuhi Anaknya Hingga Hamil dan Melahirkan

5 hari lalu

BPBD Pamekasan Respons Krisis Air Bersih di Tiga Dusun Desa Kertagenah Laok

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Agustus 27, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Pilihan

Kasus Suspek Campak di Pamekasan Turun Drastis, Dinkes: Mayoritas Pasien Belum Diimunisasi

Hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan Pamekasan mencatat 60 kasus suspek campak. Meski turun dibanding tahun lalu, mayoritas pasien diketahui belum menerima imunisasi campak secara lengkap.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
6 Juli 2026
in Pilihan
10 1
0

Kegiatan imunisasi untuk mencegah suspek campak di sebuah balai desa (Ilustrasi Gemini Ai).

0
SHARES
109
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mencatat sebanyak 60 kasus suspek campak sepanjang Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai angka 1.248 dengan 209 di antaranya positif terpapar campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Saifudin mengatakan, dari 60 kasus suspek campak tersebut, baru 10 sampel yang dikirim untuk pemeriksaan laboratorium.

“Hasilnya satu kasus dinyatakan positif campak, satu kasus negatif, sedangkan delapan sampel lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya,” kata Saifudin.

Berdasarkan hasil investigasi Dinkes, sebagian besar pasien suspek campak merupakan anak yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap.

Dirinya memaparkan, sebanyak 64 persen pasien tercatat belum pernah menerima imunisasi campak. Sementara 19 persen telah mendapatkan dua kali imunisasi campak, dan 8 persen baru menerima satu kali imunisasi. Menurut Saifudin, meski tren kasus mengalami penurunan dibandingkan 2025, upaya pengendalian penyakit belum bisa dikendurkan.

“Olehnya, penguatan sistem surveilans campak, termasuk peningkatan penemuan kasus di lapangan, tetap menjadi prioritas agar penyebaran penyakit dapat dideteksi lebih dini,” tegas dia.

Saifudin menjelaskan, masih munculnya kasus campak dipengaruhi sejumlah faktor. Selain masih adanya anak dengan status imunisasi yang belum lengkap, sebagian orang tua juga masih menunda atau menolak imunisasi karena khawatir terhadap efek samping, menerima informasi yang tidak akurat, maupun alasan kepercayaan.

“Di sisi lain, mobilitas penduduk dari daerah dengan cakupan imunisasi rendah juga dinilai berpotensi membawa virus ke wilayah yang masih memiliki kelompok anak rentan,” ucap kepala Dinkes Pamekasan tersebut.

Dinkes mencatat, lanjut dia, Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu, menjadi desa dengan kasus suspek campak terbanyak pada 2026. Sementara berdasarkan wilayah kecamatan, kasus paling banyak ditemukan di Pademawu, Proppo, Tlanakan, Batumarmar, dan Pamekasan.

“Adapun cakupan imunisasi campak-rubela (MR) yang masih rendah berada di wilayah kerja Puskesmas Proppo, Larangan Badung, Panaguan, Kowel, dan Pegantenan,” tambah dia.

Untuk menekan penyebaran penyakit, pihaknya mengintensifkan sejumlah langkah, di antaranya melakukan penyisiran sasaran imunisasi dari rumah ke rumah, layanan imunisasi kejar di sekolah dan posyandu, penguatan pelayanan di fasilitas kesehatan, serta investigasi epidemiologi pada setiap kasus yang ditemukan.

“Selain itu, Kami juga menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi,” ujarnya.

Dalam evaluasi program, Dinkes secara berkala melakukan supervisi ke puskesmas, melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Root Cause Analysis (RCA) di wilayah yang mengalami lonjakan kasus, serta memantau rantai dingin (cold chain) dan distribusi vaksin agar kualitas pelayanan imunisasi tetap terjaga.

Saifudin mengingatkan, rendahnya cakupan imunisasi berpotensi memicu munculnya kembali klaster penularan campak serta meningkatkan beban pelayanan kesehatan.

Ia menjelaskan, campak dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, diare berat, ensefalitis, malnutrisi yang memburuk, hingga kematian, terutama pada bayi, balita, dan anak dengan status gizi kurang atau memiliki daya tahan tubuh rendah.

“Karena itu, peningkatan cakupan imunisasi menjadi kunci untuk mencegah penularan sekaligus mendukung target eliminasi campak dan rubela yang menjadi komitmen nasional,” pungkas Saifudin.

Tags: BalitaDinkes PamekasanPemerintah Daerah Kabupaten PamekasanPosyanduPuskesmasSuspek campak Kabupaten Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version