• Terkini
  • Trending
  • Semua

Korban Penipuan Emas Berbuka dan Sahur di Emperan Pegadaian Pamekasan

5 bulan lalu
Teknologi di IBS PKMKK Berhasil Dorong Nalar Kritis Santri

Membuat Web Kebangsaan Jadi Cara Santri di Pamekasan Rayakan HUT ke-81 RI

9 jam lalu

Kukuhkan Paskibraka Pamekasan, Bupati Ingatkan Ancaman Lunturnya Nasionalisme

22 jam lalu

Bupati Pamekasan Kunjungi Warga Perbaiki Jalan Swadaya di Proppo

1 hari lalu
Pedagang Rela Antri  4 Hari Demi Jual Tembakau ke Bawang Mas

Pedagang Rela Antri  4 Hari Demi Jual Tembakau ke Bawang Mas

1 hari lalu

Warga Lawangan Daya Isap Sabu di Rumah Kosong

1 hari lalu

Berstatus Saksi Direktur CV Dzarrin Dipulangkan Usai Diperiksa Polres Pamekasan

2 hari lalu

Ketua DPRD dan Bupati Pamekasan Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

2 hari lalu

Dua Kampung Nelayan Merah Putih di Pamekasan Mulai Dibangun

2 hari lalu

Pabrik Asal China ke Madura Diharap Tidak Merusak Tatanan Akar Budaya

3 hari lalu

BPP Tembakau Pamekasan 2026 Naik, Lahan Sawah Tertinggi 9,92 Persen

3 hari lalu

Diduga Gas Bocor Dua Rumah di Pamekasan Hangus

3 hari lalu

Lapas Pamekasan Gandeng Bupati Kholilurrahman Semarakkan HUT Ke-81 RI Bersama Warga Binaan

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, Agustus 16, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Korban Penipuan Emas Berbuka dan Sahur di Emperan Pegadaian Pamekasan

Sudah tiga hari menduduki kantor, 47 korban menuntut kepastian pengembalian kerugian dan berharap Pegadaian segera menemui mereka

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
7 Maret 2026
in Hukum, Peristiwa
10 1
0

Tampak tiga korban investasi bodong di emperan kantor PT Pegadaian Cabang Pamekasan, Sabtu (7/3/2026).

0
SHARES
107
VIEWS

PAMEKASAN,MADURANET – Menjelang waktu sahur, tikar-tikar digelar di emperan kantor PT Pegadaian Cabang Pamekasan. Di sana, puluhan ibu-ibu duduk berkelompok sambil menunggu imsak, Sabtu (7/3/2026).

Ada yang membawa nasi bungkus, ada pula yang hanya memegang air mineral. Tempat ini bukan rumah mereka. Namun selama tiga hari terakhir, di situlah mereka bertahan.

Sebanyak 47 emak-emak korban dugaan investasi emas bodong menduduki kantor Pegadaian sejak Kamis (5/3/2026). Pada hari kedua, sebagian dari mereka bahkan berbuka puasa di depan kantor.

Di antara mereka ada Rizkiana yang akrab disapa Ana. Ia masih mengingat betul bagaimana semuanya bermula.

Menurut Ana, perempuan bernama H., yang diduga menjadi pelaku penipuan, awalnya dikenal sebagai sosok yang sangat dipercaya warga di Kecamatan Palengaan.

“Dia dikenal dermawan dan royal. Kalau ada kegiatan, sering membantu. Orang-orang jadi cepat percaya,” kata Ana saat ditemui di lokasi.

Kepercayaan itu semakin kuat karena H. memiliki toko pakaian di Palengaan. Dari toko itulah ia sering berinteraksi dengan para ibu rumah tangga yang datang berbelanja.

Hubungan yang awalnya sekadar pelanggan dan pemilik toko perlahan berubah menjadi kedekatan.

“Kalau sudah akrab, baru dia mulai menawarkan investasi emas,” ujar Ana.

Modusnya beragam. Kepada sebagian orang, H. mengaku membutuhkan emas untuk mengejar target kerja di Pegadaian. Kepada yang lain, ia mengatakan sedang mengalami kekurangan atau minus dalam pekerjaannya.

Tak jarang ia meminta korban meminjamkan emas mereka untuk sementara waktu.

“Katanya cuma sebentar, nanti dikembalikan lagi. Karena sudah percaya, banyak yang akhirnya menyerahkan emas,” kata Ana.

Status H. sebagai guru juga membuat warga semakin yakin.

“Dia dikenal guru, jadi orang makin percaya,” ungkapnya.

Namun kepercayaan itu akhirnya berujung pada kerugian besar bagi puluhan perempuan. Sumiati, salah satu korban lain, duduk tak jauh dari Ana. Ia mengaku mengalami kerugian hingga sekitar Rp 1 miliar.

Bagi Sumiati, kerugian itu bukan hanya soal uang. Tapi juga soal rasa percaya yang berubah menjadi tekanan.

“Semua itu karena saya percaya sama dia,” katanya.

Ia bercerita bahwa emas yang diserahkan kepada H. tidak semuanya miliknya sendiri. Sebagian adalah titipan dari beberapa orang yang ia kumpulkan.

“Itu bertahap. Ada milik saya, ada milik orang lain yang saya kumpulkan,” ujarnya.

Masalah semakin berat ketika emas tersebut digadaikan atas namanya. Saat jatuh tempo, pihak Pegadaian mendesak agar ia segera menebus.

Jika tidak, emas tersebut terancam dilelang dan bunga pinjaman terus bertambah.

“Saya waktu itu benar-benar tertekan,” kata Sumiati.

Agar emas tidak dilelang, ia mengambil keputusan besar, menjual sawah miliknya.

“Saya jual tanah untuk menebus emas itu. Selain itu juga pinjam uang dari orang-orang,” tuturnya dengan suara pelan.

Kini, setelah semuanya terjadi, Sumiati hanya berharap hartanya kembali.

Selama tiga hari terakhir, ia menjadi salah satu yang paling sering terlihat di depan kantor Pegadaian. Pada hari pertama aksi, ia pulang setelah berbuka puasa. Namun pada hari kedua, ia memutuskan bertahan.

“Kami dengar kantornya buka sampai malam. Jadi kami menginap di sini,” katanya.

Koordinator korban, Mansur F, mengatakan pihaknya sebenarnya telah menerima informasi bahwa perwakilan Pegadaian wilayah Jawa Timur akan menemui mereka pada Rabu (11/3/2026).

Namun para korban berharap pertemuan itu bisa dipercepat.

“Kami ingin dipercepat, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” ujar Mansur.

Bagi mereka, ucap Mansur, menunggu di emperan kantor itu mungkin melelahkan. Namun pulang tanpa kejelasan, terasa jauh lebih menyakitkan.

Tags: BUMNEmasInvestasiInvestasi bodongPalengaanPamekasanPegadaian
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version