• Terkini
  • Trending
  • Semua

Demo GMNI Belum Berani Ungkap Identitas Oknum yang Jual Beli Jabatan

4 bulan lalu

Sebanyak 1.174 KK di Desa Ambat Tlanakan Terima Bantuan Pangan Bulog

4 jam lalu

Bupati Pamekasan Optimistis Persepam Melaju Mulus di Liga 4

21 jam lalu

Tundukkan Persipuncak Persepam Kokoh di Puncak Grup O Liga 4 Piala Presiden

24 jam lalu

Korwil MBG Pamekasan Ingin Tuduhan Negatif Kepadanya Diproses Hukum Tuntas

1 hari lalu

Akademisi Soroti Rencana Pengembangan Proyek Lapangan Gas Paus Biru

1 hari lalu

Potensi Energi Melimpah, Madura Masih Dihadapkan pada Tantangan SDM dan Kesejahteraan

1 hari lalu

Pamekasan Tanam 370 Pohon di Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia 2026

2 hari lalu

Bea Cukai Sarankan Pengusaha Dalami Data terkait Tuntutan Tarif SKM III Khusus Madura

3 hari lalu

PT. POMI Paiton Dorong IBS PKMKK Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kearifan Lokal

3 hari lalu

Tabrakan Dua Motor di Desa Trasak Pamekasan Tewaskan Dua Pemuda

3 hari lalu

Persepam Kunci Tiket 32 Besar Liga 4 Nasional Usai Tundukkan Persak Kebumen

4 hari lalu

Pengusaha Tembakau dan Rokok Madura Ingin Cukai SKM Golongan Tiga hanya di Madura Saja

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, Juni 7, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa

Demo GMNI Belum Berani Ungkap Identitas Oknum yang Jual Beli Jabatan

Isu mencuat saat aksi GMNI, bupati persilakan laporan dibawa hingga ke KPK jika ada bukti kuat

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
6 Februari 2026
in Peristiwa
10 0
0

Bupati Kholilurrahman saat menemui masa aksi di depan kantornya, jumat (6/2/2026).

0
SHARES
103
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman meminta pihak yang menuding adanya praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk membuka nama serta bukti secara terang.

Pernyataan itu disampaikan Kholilurrahman saat menemui massa aksi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pamekasan yang berunjuk rasa di depan kantor pemkab setempat, Jumat (6/2/2026).

Ia memastikan, hingga kini belum ada temuan konkret terkait dugaan adanya jual beli jabatan di wilayah kerjanya.

“Soal isu jual beli jabatan yang beredar di lingkungan kerja Kabupaten Pamekasan sampai saat ini tidak ditemukan bukti yang mengarah,” kata Kholilurrahman.

Untuk memastikan kabar tersebut, ia mengaku telah menurunkan tim internal guna menelusuri informasi yang beredar.

“Saya sudah membentuk tim siluman guna mencari bukti adanya jual beli jabatan. Beberapa orang saya sebar,” ujarnya.

Bupati bahkan mempersilakan jika ada pihak yang memiliki data atau bukti kuat untuk melaporkan secara resmi, termasuk ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kalau memang ada bukti, ayo kita laporkan bersama-sama terhadap KPK,” ucapnya.

Ia juga menyinggung isu yang menyebut adanya dua orang berinisial DD dan NN yang disebut-sebut dekat dengan bupati.

“Kalau memang yang katanya inisial DD sama NN, dan katanya orang dekat bupati ayo kita ungkap sekarang agar kami bisa tindak sekarang juga,” katanya.

Ketua Umum PC GMNI Pamekasan, Syaifus Suhada’, mengatakan pihaknya menerima informasi adanya ASN yang dimintai sejumlah uang untuk menduduki jabatan tertentu.

“Kabupaten Pamekasan dikhawatirkan terjadi darurat KKN, terutama pada proses mutasi jabatan berikutnya. Dari beberapa sumber, ada ASN yang dimintai uang untuk jabatan tertentu,” ujar Syaifus.

Namun, ia mengakui informasi yang diterima masih sebatas pesan singkat dengan inisial nama tanpa identitas jelas.

“Untuk nama asli dari inisial DD dan NN tidak bisa kami ungkap, karena kami hanya menerima pesan WhatsApp. Yang memberikan informasi juga tidak membuka identitas. Kami datang ke sini untuk mengklarifikasi kepada bapak bupati,” katanya.

”Pihaknya menegaskan, isu dugaan transaksi jabatan mencuat menjelang agenda mutasi aparatur sipil negara (ASN). GMNI menilai potensi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) perlu diantisipasi sejak awal,” pungkasnya.

Aksi demonstrasi berlangsung damai. Bupati dan perwakilan mahasiswa terlihat berdialog langsung di depan Kantor Bupati Pamekasan guna membahas tuntutan serta klarifikasi isu yang berkembang.

Tags: Bupati KholilurrahmanBupati PamekasanGMNIJual beli JabatanPamekasanPemkab
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version