PAMEKASAN, MADURANET – Proyek pengeboran sumur untuk kebutuhan pertanian di Dusun Kramat, Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mendadak mengeluarkan gas yang memicu kobaran api saat disulut menggunakan korek, Ahad (26/7/2026).
Penggarap lahan, Firman (44), mengatakan pengeboran dilakukan di tanah milik Syamsudin dengan harapan memperoleh sumber air untuk mengairi lahan pertanian. Namun, hingga kedalaman 80 meter, tutur dia, sumur tidak kunjung menghasilkan air dalam jumlah yang diharapkan.
Menurutnya, pada kedalaman sekitar 60 meter sempat muncul air, tetapi debitnya sangat kecil sehingga pengeboran dilanjutkan.
“Pada kedalaman 60 meter memang sempat keluar air, tapi sedikit. Karena itu pengeboran diteruskan sampai 80 meter, ternyata air juga tidak keluar,” kata Firman.
Empat hari setelah proses pengeboran, warga justru dikejutkan dengan munculnya aroma gas dari ujung pipa sumur. Rasa penasaran membuat mereka mencoba menyulut ujung pipa menggunakan korek api. Di luar dugaan, gas tersebut langsung terbakar.
“Setelah empat hari sumur bor tidak keluar air, kami kaget saat ujung pipa disulut menggunakan korek malah keluar api,” ujarnya.
Firman menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Api yang muncul berwarna biru dan sempat membesar sehingga menarik perhatian warga sekitar.
“Banyak warga kemudian berdatangan ke lokasi karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Meski demikian, tambah dia, kondisi api kini sudah padam. Aktivitas pengeboran pun dihentikan sementara, sementara pipa bekas pengeboran masih dibiarkan terbuka.
“Tapi sekarang api sudah padam. Untuk sementara kami hentikan,” kata Firman.
Firman menjabarkan, selain mengeluarkan gas, sumur tersebut juga sempat mengeluarkan air berwarna putih keruh. Aroma gas juga tercium dari dalam sumur meski tidak terlalu menyengat.
Selama proses pengeboran, lanjut Fiman, mata bor banyak menembus lapisan bebatuan. Ia mengaku pasrah karena harapannya mendapatkan sumber air bersih untuk pertanian belum terwujud.
“Rencananya untuk pertanian. Tapi mau bagaimana lagi kalau memang tidak keluar air,” ucapnya.
Kapolsek Galis Iptu Mohammad Kadarisman membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Tadi malam sudah mendatangi lokasi kejadian. Kami juga masih menunggu perkembangan berikutnya,” kata Kadarisman.
Pihaknya memastikan situasi di lokasi masih aman dan api yang muncul dari sumur bor sudah jauh lebih kecil.













