• Terkini
  • Trending
  • Semua

Museum Madilaras Kenalkan Alat Pertanian Tradisional kepada Pelajar, Disdik: Jangan Lupakan Peradaban Masa Lalu

20 jam lalu

Bupati Pamekasan Targetkan 121 Kepala Sekolah Definitif Dilantik Agustus 2026

1 jam lalu

Lima Tahun Tekuni Penangkaran Bibit, Pemuda Pamekasan Jaga Kemurnian Tembakau dengan Kerudung

22 jam lalu

Dua SD di Pamekasan Raih Program Nasional Kemendikdasmen

23 jam lalu

AJP Gagas Pamekasan Cari Indentitas

2 hari lalu

Semua Fraksi DPRD Pamekasan Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025

2 hari lalu

Harapan Hidup Sutiyama dalam Anyaman Selembar Tikar

2 hari lalu

Sumur Bor Pertanian di Pamekasan Keluarkan Gas hingga Semburkan Api saat Disulut Korek

3 hari lalu

15.000 Masyarakat Tutup Rangkaian Harkopnas ke-79 Jatim di Pamekasan

3 hari lalu

Tersangka Kasus Investasi Bodong BRI Pamekasan Rp 7,8 Miliar Diciduk Polisi

3 hari lalu

Dekopinda Persiapkan Kedatangan Gubernur dan Wagub Jatim di Penutupan Harkopnas

4 hari lalu

Bupati Kholilurrahman dan Achmad Syafii Bernostalgia di HUT Ke-85 SMPN 1 Pamekasan

4 hari lalu

DKP Pamekasan Bentuk Ruang Baru Seniman dan Generasi Z Berkarya

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Juli 29, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Museum Madilaras Kenalkan Alat Pertanian Tradisional kepada Pelajar, Disdik: Jangan Lupakan Peradaban Masa Lalu

Dinas Pendidikan Pamekasan menggelar pameran temporer di Museum Madilaras. Pameran ini mengajak pelajar mengenal alat pertanian dan pengolahan pangan tradisional sebagai bagian dari sejarah peradaban Madura.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
29 Juli 2026
in Budaya
9 1
0

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Akhmad Basri Yulianto nostalgia dengan alat tradisional pertanian, Selasa (28/7/2026).

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan mengajak generasi muda mengenal kembali teknologi pertanian tradisional melalui pameran temporer digelar di Museum Umum Daerah Mandhilaras, Selasa (28/7/2026).

Pameran tahunan tersebut menampilkan berbagai peralatan pertanian dan pengolahan pangan yang pernah digunakan masyarakat Madura sebelum hadirnya teknologi modern.

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Akhmad Basri Yulianto mengatakan, pameran itu menjadi sarana edukasi agar pelajar memahami bahwa perkembangan teknologi saat ini merupakan hasil dari perjalanan panjang peradaban.

“Peradaban hari ini tidak harus melupakan peradaban masa lampau. Anak-anak harus tahu bagaimana masyarakat dulu memenuhi kebutuhan hidup dengan alat-alat yang sangat sederhana,” kata Basri.

Menurut dia, alat-alat tradisional seperti bajak sawah yang ditarik sapi, lesung, hingga gilisan menjadi bukti perkembangan teknologi yang kemudian melahirkan berbagai peralatan modern yang digunakan saat ini.

Basri menilai, tanpa adanya inovasi pada masa lalu, masyarakat tidak akan mengenal alat pertanian modern seperti hand tractor maupun peralatan rumah tangga seperti rice cooker.

“Tidak akan ada hand tractor, tidak akan ada rice cooker kalau dulu tidak ada bajak sawah, tidak ada gilisan, tidak ada lesung, dan peralatan tradisional lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema “Pangonong Nyerrèt Tènong” dipilih untuk memperkenalkan cara masyarakat Madura mengolah lahan pertanian hingga mengolah hasil panen menggunakan teknologi sederhana pada zamannya.

Melalui pameran tersebut, pelajar diajak memahami bahwa sejarah perkembangan teknologi tidak terlepas dari kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Basri berharap kegiatan itu mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menghargai sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.

“Tujuannya memberikan edukasi kepada generasi muda, khususnya pelajar dan pengunjung, tentang pentingnya mempelajari perkembangan teknologi tradisional pada zaman dahulu,” katanya.

Pameran temporer tersebut berlangsung mulai 28 hingga 30 Juli 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum. Selain melibatkan sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan, kegiatan itu juga menggandeng madrasah di bawah naungan Kementerian Agama.

Basri menambahkan, memahami sejarah peradaban daerah menjadi penting agar generasi mendatang tidak kehilangan identitas budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Peradaban sebuah daerah itu perlu dilestarikan, dipelajari, dan diingat. Apa yang kita gunakan hari ini juga akan menjadi bagian dari sejarah pada masa yang akan datang,” tandas Basri.

Tags: Kabupaten PamekasanKadisdik Pamekasan BasriMuseum MandhilaraspendidikanPertanian tradisional
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version