• Terkini
  • Trending
  • Semua

Harapan Hidup Sutiyama dalam Anyaman Selembar Tikar

3 bulan lalu

Pemilik Warung Nasi di Pamekasan Kecewa PT KAI, Penutupan Tanpa Berita Acara

48 menit lalu

Pemkab Pamekasan Akan Arahkan Pengusaha Hiburan Agar Patuh Aturan

4 jam lalu
Jurnalis Senior AJP Rekomendasikan Nama Tokoh Pamekasan Jadi Nama Fasilitas Umum

Jurnalis Senior AJP Rekomendasikan Nama Tokoh Pamekasan Jadi Nama Fasilitas Umum

7 jam lalu

Kasus Dugaan Pengancaman dan Perusakan di Plakpak Pamekasan Naik ke Penyidikan

10 jam lalu

Pemuda Pamekasan Titip Aspirasi: Tambah Mesin Cuci Darah hingga Festival Budaya Tahunan

12 jam lalu

Pensiunan Guru di Pamekasan Diamankan Polisi Usai Live Tiktok Injak Al-Qur’an

17 jam lalu

Bupati Pamekasan: Petik Laut Jadi Wujud Syukur Nelayan dan Penguat Persaudaraan

1 hari lalu

Bupati Pamekasan Temui Warga yang Bangun Jalan Swadaya

1 hari lalu

UIN Madura Jadi Satu-satunya PTKIN Peraih Mandaya Awards 2026

1 hari lalu

Pamekasan Usulkan Pencak Silat Iringan Musik Gul-gul dan Can-Macanan Jadi Warisan Budaya Takbend

1 hari lalu

Mobil Daihatsu Zebra Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Pamekasan, Kerugian Rp 30 Juta

1 hari lalu

APBD Perubahan 2026 Pamekasan Ditetapkan, DPRD Minta Proyek Libatkan Tenaga Lokal

2 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Oktober 30, 2026
28 °c
Pamekasan
30 ° Sab
30 ° Ming
30 ° Sen
30 ° Sel
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Harapan Hidup Sutiyama dalam Anyaman Selembar Tikar

Tiga tahun setelah ditinggal suami dan puluhan tahun setelah kehilangan anak semata wayangnya, Sutiyama menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah sederhana di pelosok Desa Blumbungan, Pamekasan. Hidupnya bertumpu pada anyaman tikar tembakau yang tak selalu ada pesanan.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
27 Juli 2026
in Budaya
10 1
0

Sutiyama warga Dusun Pangganten, RT 04 RW 04, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

0
SHARES
107
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Jalan menuju sebuah rumah, berakhir di sebuah tanjakan sempit di Dusun Pangganten, RT 04 RW 04, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Sepeda motor pun tak mudah melintas. Hanya pengendara yang terbiasa melewati jalan ekstrim yang berani memaksa kendaraan menanjak hingga ke halaman rumahnya.

Rumah itu berdiri agak jauh dari permukiman warga. Sunyi, tak ada suara televisi, dering telepon, atau mesin kendaraan. Listrik yang menerangi rumah itu pun masih menumpang dari tetangga.

Kondisi akses satu-satunya menuju rumah Sutiyama.

Di rumah sederhana itulah Sutiyama menghabiskan hari-harinya seorang diri. Perempuan yang rambutnya mulai memutih ini mencari nafkah dengan menganyam tikar tembakau. Upahnya Rp 40 ribu untuk satu lembar tikar. Satu tikar baru selesai dikerjakan dalam empat hari.

“Itu juga kalau ada pesanan,” katanya pelan, Senin (27/7/2026).

Jika dihitung, penghasilannya bahkan tak sampai Rp10 ribu sehari. Agar dapur tetap mengepul, Sutiyama menerima pekerjaan lain. Ia merawat sapi milik orang di kandang yang letaknya tak jauh dari rumah. Di sela pekerjaan itu, ia menanam cabai dan jagung di samping rumah. Bukan untuk dijual.

“Ini buat makan sendiri,” ujarnya sembari tersenyum.

Senyum itu nyaris tak pernah lepas selama bercerita. Padahal hidupnya menyimpan kehilangan yang panjang. Dulu ia tak tinggal sendirian. Ada suami yang menemani, juga seorang anak yang menjadi harapan keluarga. Namun anaknya meninggal saat masih kecil. Tiga tahun lalu, suaminya menyusul.

Sejak itu, rumah kecil di ujung dusun menjadi saksi hari-harinya sebagai sebatang kara. Di dalam rumah hampir tak ditemukan barang elektronik. Tak ada sepeda motor. Tak ada telepon genggam, kulkas atau mesin cuci. Perabotnya pun sederhana. Saat ditanya apa barang paling berharga yang dimilikinya, Sutiyama sempat tertawa kecil.

“Magic com,” jawabnya singkat sambil mengangkat sudut bibir.

Jawaban itu terdengar sederhana. Namun di rumah yang nyaris tanpa perabot modern, penanak nasi listrik memang menjadi benda yang paling ia jaga.

Sutiyama mengaku masih memiliki sepupu. Sesekali mereka datang mengantarkan makanan. Namun rumah kerabatnya cukup jauh sehingga ia lebih banyak menjalani hari seorang diri.

Meski hidup dalam keterbatasan, perempuan itu tak banyak mengeluh. Ia tetap menyapa setiap tamu dengan ramah dan senyum yang sama.

Di balik kesederhanaannya, perlindungan sosial yang diterima Sutiyama juga belum sepenuhnya lengkap. Berdasarkan data pada aplikasi Cek Bansos, ia tercatat sebagai penerima PBI-JK dengan kategori Desil 3. Namun namanya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sembako.

Bagi Sutiyama, hidup tampaknya telah lama mengajarkan satu hal, menerima kenyataan tanpa kehilangan senyum.

Setiap empat hari sekali, jika pesanan datang, selembar tikar selesai dianyam. Upah Rp 40 ribu itu mungkin tak cukup mengubah hidupnya. Namun dari tangan yang terus bekerja itu, ia menjaga agar rumah kecil di ujung Dusun Pangganten tetap menyala, setidaknya untuk satu hari berikutnya.

Tags: Dinsos PamekasanKisah SutiyamaPemerintah kabupaten PamekasanPengerajin tikar TembakauWarga Desa Blumbungan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version