• Terkini
  • Trending
  • Semua

Harapan Hidup Sutiyama dalam Anyaman Selembar Tikar

1 jam lalu

Sumur Bor Pertanian di Pamekasan Keluarkan Gas hingga Semburkan Api saat Disulut Korek

23 jam lalu

15.000 Masyarakat Tutup Rangkaian Harkopnas ke-79 Jatim di Pamekasan

1 hari lalu

Tersangka Kasus Investasi Bodong BRI Pamekasan Rp 7,8 Miliar Diciduk Polisi

1 hari lalu

Dekopinda Persiapkan Kedatangan Gubernur dan Wagub Jatim di Penutupan Harkopnas

2 hari lalu

Bupati Kholilurrahman dan Achmad Syafii Bernostalgia di HUT Ke-85 SMPN 1 Pamekasan

2 hari lalu

DKP Pamekasan Bentuk Ruang Baru Seniman dan Generasi Z Berkarya

3 hari lalu

Menteri Koperasi Dorong Pembangunan SPBUN di Pamekasan, Pemkab Siap Permudah Perizinan

3 hari lalu

Bazar Harkopnas Jatim di Pamekasan Jadi Ajang Promosi Identitas Gebang Salam. 

3 hari lalu
Kerusakan SDN 4 Teja, Dusun Jalan Tinggi, Teha Timur, Pamekasan, akibat kebakaran.

Kondisi Ratusan Gedung SD di Pamekasan Rusak

3 hari lalu

65 Koperasi Desa Merah Putih di Pamekasan Akan Diresmikan Agustus

4 hari lalu

Reaktivasi Pasar Sapi Batubintang Retribusi Digratiskan Selama Empat Pasaran

5 hari lalu

Haji Her Gas Pol Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tembakau Pamekasan Tahun Ini

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Juli 27, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Harapan Hidup Sutiyama dalam Anyaman Selembar Tikar

Tiga tahun setelah ditinggal suami dan puluhan tahun setelah kehilangan anak semata wayangnya, Sutiyama menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah sederhana di pelosok Desa Blumbungan, Pamekasan. Hidupnya bertumpu pada anyaman tikar tembakau yang tak selalu ada pesanan.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
27 Juli 2026
in Budaya
9 1
0

Sutiyama warga Dusun Pangganten, RT 04 RW 04, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

0
SHARES
101
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Jalan menuju sebuah rumah, berakhir di sebuah tanjakan sempit di Dusun Pangganten, RT 04 RW 04, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Sepeda motor pun tak mudah melintas. Hanya pengendara yang terbiasa melewati jalan ekstrim yang berani memaksa kendaraan menanjak hingga ke halaman rumahnya.

Rumah itu berdiri agak jauh dari permukiman warga. Sunyi, tak ada suara televisi, dering telepon, atau mesin kendaraan. Listrik yang menerangi rumah itu pun masih menumpang dari tetangga.

Kondisi akses satu-satunya menuju rumah Sutiyama.

Di rumah sederhana itulah Sutiyama menghabiskan hari-harinya seorang diri. Perempuan yang rambutnya mulai memutih ini mencari nafkah dengan menganyam tikar tembakau. Upahnya Rp 40 ribu untuk satu lembar tikar. Satu tikar baru selesai dikerjakan dalam empat hari.

“Itu juga kalau ada pesanan,” katanya pelan, Senin (27/7/2026).

Jika dihitung, penghasilannya bahkan tak sampai Rp10 ribu sehari. Agar dapur tetap mengepul, Sutiyama menerima pekerjaan lain. Ia merawat sapi milik orang di kandang yang letaknya tak jauh dari rumah. Di sela pekerjaan itu, ia menanam cabai dan jagung di samping rumah. Bukan untuk dijual.

“Ini buat makan sendiri,” ujarnya sembari tersenyum.

Senyum itu nyaris tak pernah lepas selama bercerita. Padahal hidupnya menyimpan kehilangan yang panjang. Dulu ia tak tinggal sendirian. Ada suami yang menemani, juga seorang anak yang menjadi harapan keluarga. Namun anaknya meninggal saat masih kecil. Tiga tahun lalu, suaminya menyusul.

Sejak itu, rumah kecil di ujung dusun menjadi saksi hari-harinya sebagai sebatang kara. Di dalam rumah hampir tak ditemukan barang elektronik. Tak ada sepeda motor. Tak ada telepon genggam, kulkas atau mesin cuci. Perabotnya pun sederhana. Saat ditanya apa barang paling berharga yang dimilikinya, Sutiyama sempat tertawa kecil.

“Magic com,” jawabnya singkat sambil mengangkat sudut bibir.

Jawaban itu terdengar sederhana. Namun di rumah yang nyaris tanpa perabot modern, penanak nasi listrik memang menjadi benda yang paling ia jaga.

Sutiyama mengaku masih memiliki sepupu. Sesekali mereka datang mengantarkan makanan. Namun rumah kerabatnya cukup jauh sehingga ia lebih banyak menjalani hari seorang diri.

Meski hidup dalam keterbatasan, perempuan itu tak banyak mengeluh. Ia tetap menyapa setiap tamu dengan ramah dan senyum yang sama.

Di balik kesederhanaannya, perlindungan sosial yang diterima Sutiyama juga belum sepenuhnya lengkap. Berdasarkan data pada aplikasi Cek Bansos, ia tercatat sebagai penerima PBI-JK dengan kategori Desil 3. Namun namanya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sembako.

Bagi Sutiyama, hidup tampaknya telah lama mengajarkan satu hal, menerima kenyataan tanpa kehilangan senyum.

Setiap empat hari sekali, jika pesanan datang, selembar tikar selesai dianyam. Upah Rp 40 ribu itu mungkin tak cukup mengubah hidupnya. Namun dari tangan yang terus bekerja itu, ia menjaga agar rumah kecil di ujung Dusun Pangganten tetap menyala, setidaknya untuk satu hari berikutnya.

Tags: Dinsos PamekasanKisah SutiyamaPemerintah kabupaten PamekasanPengerajin tikar TembakauWarga Desa Blumbungan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version