PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan mencatat sebanyak 75 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi hingga akhir Januari 2026.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Pamekasan, Slamet Budi Harsono menyebut, penyakit ini dilaporkan muncul di hampir seluruh kecamatan, dengan jumlah kasus terbanyak berada di Kecamatan Waru dan Pademawu.
Slamet mengatakan, PMK merupakan penyakit yang kerap muncul saat musim hujan dan bersifat endemik.
“Kasus PMK ini ada di masing-masing kecamatan. Paling dominan di Waru dan Pademawu. Ini memang penyakit yang hampir selalu muncul setiap musim penghujan,” kata Slamet, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, faktor lingkungan menjadi pemicu utama munculnya PMK. Kondisi kandang yang kotor serta daya tahan tubuh sapi yang menurun membuat virus lebih mudah berkembang.
“Kalau lingkungannya kotor dan kondisi fisik sapi lemah, penyakit ini akan muncul,” ujarnya.
Slamet menyebut, ciri utama sapi yang terjangkit PMK antara lain mulut berbusa, luka pada kuku, serta disertai demam pada beberapa kasus.
Terkait asal mula kemunculan PMK musim ini, DKPP belum dapat memastikan titik awal penyebarannya. Menurutnya, karakter PMK sebagai penyakit musiman membuat kasus bisa muncul hampir bersamaan di sejumlah wilayah.
“Kami tidak tahu pertama kali muncul di daerah mana, karena ini memang penyakit musim hujan,” ucapnya.
Dari total 75 kasus yang ditangani, sekitar 60 persen sapi dilaporkan mulai mengarah ke sembuh setelah mendapat penanganan dari petugas lapangan.
Slamet menambahkan, penanganan PMK relatif lebih cepat karena peternak telah memiliki akses langsung ke petugas penyuluh di lapangan. Setiap petani, kata dia, memiliki kontak petugas kesehatan hewan yang bisa segera dihubungi saat ternaknya menunjukkan gejala sakit.
“Peternak sudah cukup paham karena ini bukan penyakit baru. Edukasi sudah dilakukan bertahun-tahun, jadi ketika ada gejala, mereka langsung melapor,” kata Slamet.
Dirinya mengimbau peternak, untuk menjaga kebersihan kandang dan memastikan kondisi ternak tetap sehat guna menekan penyebaran PMK selama musim hujan berlangsung.













