• Terkini
  • Trending
  • Semua

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Terus Meningkat

4 jam lalu

Kelangkaan BBM Bikin Pelayanan Publik Terganggu Pendapatan Warga Anjlok

20 jam lalu

Sidang Paripurna DPRD Pamekasan Ditunda, 17 Dewan Absen

20 jam lalu

Istri Kuli Bangunan Kabur Bawa Perhiasan Anaknya

1 hari lalu
Pamekasan Siapkan Pendamping Anggaran untuk Program LSDP

Pamekasan Siapkan Pendamping Anggaran untuk Program LSDP

2 hari lalu

Kemendagri RI Ungkap Alasan Pamekasan Terpilih Jadi Lokasi LSDP

2 hari lalu
Damkar di Pamekasan Sehari Berjikabu dengan 7 Kali Kebakaran

Damkar di Pamekasan Sehari Berjikabu dengan 7 Kali Kebakaran

3 hari lalu

Penerimaan Santri di IBS PKMKK Pamekasan Akan Dibuka Kembali Tahun 2029

3 hari lalu

Serapan DBHCHT 2026 di Pamekasan Baru 42 Persen

3 hari lalu

Pamekasan Masuk 6 Besar Program Pengelolaan Sampah Nasional

5 hari lalu

Seorang Adik Laporkan Kakaknya karena Jual Tanah Warisan Diam-Diam

6 hari lalu

Rumah Warga di Pamekasan Terbakar, Diduga Api Berasal dari Barang yang Dibakar Pemilik

6 hari lalu

Muhammadiyah Lapor Balik Ahli Waris ke Polres Pamekasan

7 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, September 3, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Gaya Kesehatan

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Terus Meningkat

Kematian ibu didominasi hipertensi dan preeklamsia, sedangkan kematian bayi banyak disebabkan BBLR dan asfiksia.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
3 September 2026
in Kesehatan
10 0
0

Kadinkes saat melakukan rapat dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan.

0
SHARES
101
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat 86 kasus kematian ibu dan bayi (AKI-AKB) hingga Agustus 2026. Jumlah itu terdiri dari 13 kasus kematian ibu dan 73 kasus kematian bayi.

Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin mengatakan, meski terjadi peningkatan, angka tersebut masih dalam batas wajar dan berada di bawah target nasional maupun Jawa Timur.

“Walaupun mengalami kenaikan, hal ini masih wajar dan masih di bawah target nasional dan Jatim,” kata Saifudin, Kamis (3/9/2026).

Menurut Saifudin, kematian ibu di Pamekasan masih didominasi faktor hipertensi dan preeklamsia. Sementara kematian bayi lebih banyak disebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) dan asfiksia.

Untuk menekan angka tersebut, pihaknya akan memperkuat sejumlah upaya pencegahan. Salah satunya dengan melakukan pemetaan risiko kehamilan setiap minggu, pendampingan dokter ahli ke puskesmas, serta pemantauan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) secara lebih intensif.

Saifudin mengimbau masyarakat, agar rutin melakukan pemeriksaan kehamilan melalui bidan dan fasilitas kesehatan, menjalani antenatal care (ANC), tidak memilih pertolongan persalinan kepada dukun, serta rutin mengonsumsi tablet tambah darah jika terdapat indikasi.

“Masyarakat juga harus mengikuti saran tenaga kesehatan apabila membutuhkan rujukan,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili menilai angka AKI-AKB tersebut perlu mendapat perhatian serius. Sebab, pada 2025 tercatat 91 kasus yang terdiri dari 15 kematian ibu dan 76 kematian bayi, sehingga jumlah tahun ini berpotensi mendekati bahkan melampaui angka tahun sebelumnya.

Halili mendorong penanganan AKI-AKB dilakukan secara lintas sektor, tidak hanya mengandalkan Dinkes. Ia juga meminta pemerintah melakukan upaya jemput bola karena masih ada masyarakat yang enggan memeriksakan kehamilan ke bidan desa maupun fasilitas kesehatan.

Tags: asfiksia.berat badan lahir rendah (BBLR)Dinas Kesehatan PamekasanhipertensiKematian Ibu dan AnakKomisi IV DPRD Pamekasanpreeklamsia
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version