PAMEKASAN, MADURANET – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Pamekasan dan kabupaten lainnya di Madura, berdampak serius terhadapa pelayanan publik. Salah satunya pelayanan dari PLN. Mobil operasional PLN tidak bisa melayani pelanggan karena kebingungan BBM.
Salah seorang pengemudi kendaraan operasional PLN, Abdul Mukid, mengatakan dirinya mengantre untuk mendapatkan solar. Ia mengaku sudah berada di SPBU tersebut sejak sekitar pukul 08.30 WIB.
“Saya masuk setengah sembilan, sampai siang jam 11 belum bisa mengisi solar,” kata Abdul, Rabu (2/9/2026) saat antri di salah satu SPBU di Pamekasan.
Menurut Abdul, antrean serupa juga terjadi di sejumlah SPBU lain. Karena membutuhkan solar untuk kendaraan unitnya, ia memilih langsung mengantre setelah mengetahui stok solar tersedia di SPBU tersebut.
Kondisi antrean itu turut berdampak terhadap aktivitas pekerja. Abdul mengatakan pelayanan yang dilakukannya sedikit terhambat karena harus menunggu antrean BBM.
Hal serupa dirasakan pengemudi ojek online, Rahman. Ia mengaku telah mengantre Pertalite sekitar setengah jam. Menurut dia, antrean tersebut sudah terjadi dalam tiga hari terakhir, terutama ketika stok Pertalite kosong di sejumlah SPBU.
“Efek dari saya otomatis. Kalau ngantri kayak gini, aplikasi saya enggak dapat orderan,” ujar Rahman.
Rahman mengatakan pendapatannya ikut turun karena waktu kerjanya tersita untuk mengantre. Dalam kondisi normal, ia mengaku bisa memperoleh sekitar Rp 100.000 per hari. Namun saat terjadi antrean BBM, pendapatannya turun menjadi sekitar Rp 50.000 hingga Rp 60.000.
Ia memilih mengantre di SPBU karena harga BBM eceran lebih mahal. Menurutnya, sejumlah SPBU lain juga mengalami kondisi serupa.
“Kalau di SPBU yang lain sama-sama kosong. Sekali ada, antre. Kalau ngisi di eceran lebih mahal, lebih baik antre di sini,” katanya.
Sementara itu, petugas kepolisian Ipda Yoyok Tri Cahyono, Kbo Satlantas Polres Pamekasan, yang melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi, Jalan Trunojoyo, Taman, Laden, Pamekasan, mengatakan kondisi antrean masih dapat dikendalikan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pertamina, stok BBM di SPBU tersebut saat dilakukan pengecekan, yakni Pertalite sekitar 18 kiloliter, Pertamax 23 kiloliter, solar 8 kiloliter, Dex 16 kiloliter, dan Turbo 14 kiloliter,” paparnya.
Ia menyampaikan, antrean juga sempat terjadi di SPBU Bugih dan Asem Manis. Untuk mencegah antrean kendaraan mengganggu arus lalu lintas, polisi berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan polsek setempat serta menurunkan personel ketika terjadi penumpukan kendaraan.
“Masyarakat diharap tetap tertib dan bersabar selama mengantre BBM. Kepada pengelola SPBU juga segera berkoordinasi, apabila antrean kembali menyebabkan gangguan lalu lintas,” pungkasnya.













