PAMEKASAN, MADURANET – Sekretaris Direktorat Jendral (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Maddaremmeng, mengungkap alasan Kabupaten Pamekasan terpilih menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Hal itu ai sampaikan saat melakukan monitoring kesiapan LSDP di Pringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan RI Selasa (1/8/2026).
Maddaremmeng menyebut, Pamekasan terpilih setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang. Dari 514 daerah, proses penapisan dilakukan hingga akhirnya menyisakan 30 daerah yang dinilai memenuhi persyaratan.
“Ini dari 30 daerah yang terpilih, itu dipilih dari 514 daerah. Itu ada penapisan pertama jadi 65, terus jadi 40 sekian, terus jadi 37, terakhir jadi 30,” ujarnya.
Menurut dia, pemilihan Pamekasan tidak semata-mata karena adanya persoalan yang harus diselesaikan. Kabupaten tersebut dinilai memiliki tiga aspek penting, yakni potensi, kebutuhan, dan kesiapan daerah.
Salah satu indikatornya berkaitan dengan persoalan pengelolaan sampah. Ia menyebut, timbulan sampah di Pamekasan mencapai sekitar 280 ton per-hari. Dari jumlah tersebut, sebagian sudah dapat dikelola, namun masih terdapat sekitar 107 ton sampah per hari yang belum tertangani.
“Kalau dilihat dari kriteria terhadap proyek itu, Pamekasan memang terpilih itu karena menunjukkan adanya potensi. Yang kedua, adanya kebutuhan. Dan yang paling penting adalah kesiapan daripada daerah itu sendiri,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan kriteria LSDP, daerah dengan timbulan sampah yang belum dikelola dalam kisaran 50, hingga 150 ton per hari menjadi salah satu sasaran program.
Karena itu, lanjut dia, persoalan pengelolaan sampah di Pamekasan dinilai masuk dalam radar LSDP. Namun, potensi dan kebutuhan tersebut harus didukung kesiapan pemerintah daerah untuk menjalankan program.
Kriteria tersebut, kata dia, melalui proses pemeriksaan, penyiapan, reviu hingga verifikasi secara berulang. Bahkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan disebut beberapa kali datang ke Jakarta untuk menjalani proses verifikasi.
“Alhamdulillah, Pamekasan itu memang salah satu kabupaten, yang secara readiness criterianya paling memenuhi syarat untuk mendapatkan proyek ini,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan Pamekasan masuk 30 daerah penerima LSDP tidak terlepas dari kerja pemerintah daerah, bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyiapkan berbagai persyaratan.
Ia menilai banyak daerah lain kemungkinan memiliki kesiapan yang baik. Namun, Pamekasan dinilai mampu menunjukkan kesiapan, yang lebih baik dalam memenuhi persyaratan program tersebut.
“Saya yakin bahwa banyak daerah yang mungkin juga punya readiness criteria yang baik, akan tetapi kita mungkin di Pamekasan bisa membuktikan lebih baik kesiapannya daripada yang lain,” tandasnya.













