• Terkini
  • Trending
  • Semua

Penerimaan Santri di IBS PKMKK Pamekasan Akan Dibuka Kembali Tahun 2029

6 hari lalu

AJP Salurkan Air Bersih, 11 Kecamatan di Pamekasan Jadi Sasaran

4 jam lalu

ASKAB PSAI Pamekasan Resmi Dilantik, Buka Ruang Prestasi Atlet Disabilitas

1 hari lalu

Bupati Pamekasan Apresiasi Gotong Royong Perbaikan Jalan Desa Mangar Sepanjang 3,5 Kilometer

1 hari lalu

12 Santri Padepokan Kiyai Mudrikah Jajal Baca Kitab Kuning dan Tajwid

1 hari lalu

Antrean BBM di Sejumlah SPBU Pamekasan Karena Konsumen Panik

2 hari lalu

Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM karena Ulah Konsumen Sendiri

2 hari lalu

Warga Blumbungan Keluhkan Bau Menyengat dari Gudang Tembakau

2 hari lalu

Kehabisan Kuota Pertalite dan Solar di Pamekasan Picu Antrean di SPBU

3 hari lalu

PMII Soroti 17 Anggota DPRD Pamekasan Bolos dalam Paripurna

3 hari lalu

Serapan Tembakau di Pamekasan Sudah Mencapai 15.000 Ton

3 hari lalu

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Terus Meningkat

3 hari lalu

Kelangkaan BBM Bikin Pelayanan Publik Terganggu Pendapatan Warga Anjlok

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, September 6, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Penerimaan Santri di IBS PKMKK Pamekasan Akan Dibuka Kembali Tahun 2029

Pembatasan penerimaan santri dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas fasilitas agar setiap santri mendapat layanan pendidikan yang sama.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
31 Agustus 2026
in Pendidikan
11 0
0

Dokumentasi IBS PKMKK Pamekasan.

0
SHARES
108
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBSPKMKK) Pamekasan, Jawa Timur, membatasi jumlah penerimaan santri baru untuk tahun ajaran mendatang.

Pondok pesantren di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan tersebut, secara resmi mengumumkan status kuota penerimaan santri di 2027-2028 yang sudah penuh, melalui situs resminya.

Direktur IBSPKMKK Pamekasan, Achmad Muhlis mengatakan, kuota penerimaan santri baru untuk MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning tahun 2027 dan 2028 masing-masing sebanyak 120 orang.

“Jumlah santri MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning terpenuhi 120 orang untuk 2027 dan 2028,” kata Muhlis, saat ditemui Senin (31/8/2026).

Selain kuota utama tersebut, IBSPKMKK mencatat 75 orang sebagai calon santri cadangan untuk tahun 2027 dan 2028.

Sementara untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA), kuota tahun 2027 sebanyak 35 santri dan telah terpenuhi. Terdapat pula 10 orang yang masuk daftar cadangan.

“Terpaksa kami tiap tahun harus menolak ratusan calon siswa di sini,” katanya.

Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam UIN Madura ini menjelaskan, pembatasan dilakukan bukan semata untuk membatasi jumlah pendaftar, melainkan menyesuaikan jumlah santri dengan fasilitas yang tersedia di lingkungan pesantren.

Salah satunya adalah kapasitas asrama. Menurutnya, lembaga ingin memastikan setiap santri memiliki tempat beristirahat yang sehat sehingga dapat mendukung aktivitas dan kreativitas mereka. Hal serupa diterapkan pada ruang kelas. Jumlah santri dalam satu kelas dibatasi maksimal 30 orang agar proses pembelajaran tetap nyaman.

“Pembatasan ini dilakukan untuk mengimbangi fasilitas yang tersedia, seperti asrama, ruang kelas, laptop, laboratorium, dan peralatan elektronik lainnya,” ujar Muhlis.

IBSPKMKK juga menyiapkan satu laptop untuk setiap santri sebagai penunjang pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Untuk laboratorium, jumlah peralatan disesuaikan dengan rasio sekitar satu perangkat untuk 10 santri.

“Peralatan pendukung pembelajaran lainnya, seperti kamera fotografi, smart TV, dan papan digital, juga kami sesuaikan dengan rasio antara jumlah santri, guru, dan peralatan yang tersedia,” papar dia.

Muhlis menegaskan, kebijakan tersebut ditujukan agar seluruh santri mendapatkan fasilitas yang setara tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun kemampuan akademik.

“Setiap santri yang masuk ke MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning mendapat layanan terbaik dengan fasilitas yang sama. Artinya, tidak ada perbedaan fasilitas antara yang kaya dan miskin, antara yang cerdas dan tidak cerdas atau ‘istimewa’. Fasilitas tetap sama,” pungkas dia.

Tags: Guru besar UIN MaduraIBS PKMKKPendaftaran Padepokan Kembang Kuning FullpendidikanPondok pesantren Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version