PAMEKASAN, MADURANET – Sapi kuban yang dibeli Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Katandur Farm, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, setiap waktu didengarkan bacaan Al Quran secara murottal di kandangnya. Bacaan Al Quran tersebut diputar di sela-sela waktu saat pemiliknya, KH. Abdul Aziz Muhammad Rofi’i.
Morottal Al Quran itu awalnya diputar bukan semata-mata untuk didengarkan kepada sapi, namun untuk mengingat bacaan Al Quran para pekerja yang ada di kandang. Namun, bacaan Al Quran tersebut ternyata berdampak kepada kondisi kesehatan sapi. Terutama di saat sapi-sapi milik orang lain banyak disaerang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sapi-sapi yang ada di Katandur Farm ternyata terhindar dari penyakit tersebut.
KH. Abbas Muhammad Rofii, kakak kandung KH. Abdul Aziz Muhammad Rofii menjelaskan, salah satu hikmah di balik morrottal yang diputar di kandang Katandur Farm yaitu kesehatan hewan cukup baik. Di saat banyak sapi terkena PMK, di Katandur Farm selamat dari jenis penyakit tersebut.
“Mungkin karena selalu didengarkan murottal Al Quran, sapi-sapi di Katandur Farm ini sehat-sehat semua. Meskipun kemarin dimana-mana banyak yang diserang PMK, di sini tidak sampai diserang PMK, hanya sakit biasa,” ujar KH. Abbas Muhammad Rofii, kakak kandung KH. Abdul Aziz Muhammad Rofii.
Pria yang akrab disapa Ra Abbas Katandur ini menambahkan, termasuk sapi yang dibeli Presiden Prabowo, tidak pernah memiliki riwayat sakit selama 4 tahun dipelihara. Hal itulah yang kemudian sapi hasil perkawinan silang antara ras Berangus asal Amerika dengan ras Simmental asal Swiss itu, masuk seleksi sapi kurban yang dipilih Presiden Prabowo.
“Sapi Berangus Simmental itu sapi paling lama dan termasuk sapi pertama yang dipelihara di Katandur Farm. Belum penah sakit sapi itu sehingga lolos seleksi sapi yang dibeli Presiden,” imbuhnya.
Di balik itu, ada peran adiknya yakni Ra Izzu-sapaan akrab KH. Abdul Aziz Muhammad Rofii-yang merawat sepenuh hati sapi-sapi di kandangnya. Bahkan, Ra Izzu memiliki resep pakan fermentasi dan jamu sapi rahasia yang resepnya tidak diberikan kepada kepada orang lain.
“Kalau sedang meracik pakan dan jamu, saya tidak boleh melihat. Itu rahasia Dik Izzu,” ungkap Ra Abbas sambil tesipu.
Bahkan, Ra Izzu masih menyempatkan waktu di tengah-tengah keisbukannya mendidik santri, untuk menyabit rumput di ladang bersama dengan pekerja lainnya.
“Dik Izzu itu kalau sudah selesai morok (mengajar) santri, langsung ke kandang kemudian ngarit rumput, mengolah pakan dan iku merawat kesehatan sapi,” tandasnya.
Ra Izzu sendiri, sejak kecil sudah senang memelihara ternak, khsusunya sapi. Bahkan di kandangnya, tidak hanya sapi yang dipelihara, namun juga ada kuda tunggangan ikut dipelihara.
“Ada juga kuda yang saya pelihara, tapi kuda tunggangan bukan kuda pacuan. Saya senang hewan ternak sejak kecil,” kata Ra Izzu.
Ra Izzu mengungkapkan, abahnya, KH. Muhammad Rofii Baidawi berpasan kepada anak-anaknya agar tidak mengandalkan pribadiya sebagai kiai dan pegasuh pesanren dalam hal kebutuhan ekonomi, namu harus punya usaha mandiri.
“Akhirnya saya memutuskan untuk membuat peternakan 4 tahun yang lalu, bersamaan dengan merebaknya covid-19,” ungkap pria yang juga dewan pembina Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) ini.

Tanggapan Bupati Pamekasan
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman saat meninjau lokasi Katandur Farm menuturkan, usaha peternakan yang dilakukan pondok pesantren Al Hamidy Banyuanyar menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran yang cukup penting di dalam memberdayakan masyarakat dan ekonomi masyarakat. Pesantren tidak stagnan pada persoalan pendidikan saja, namun juga memikirkan masa depan ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah ada 2 pesantren yaitu pesantren Al Hamidy Banyuanyar yang mengelola Katandur Farm dan Al Fatih Farm asal Desa Klampar. Ini menunjukkan bahwa pesantren sama-sama bergerak untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Bupati Kholilurrahman.
Mantan anggota DPR RI ini mengungkapkan, pemerintah mendukung penuh pengembangan sapi Madura karena sudah terbukti mendatangkan manfaat terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Bahkan, banyak tokoh-tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo yang ikut tertarik dengan ternak sapi di Madura.
“Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat dan tokoh-tokoh nasional, memperhatikan Pamekasan dengan baik. Maka pengembangan sapi Madura harus terus ditingkatkan,” tandasnya.














Comments 1