PAMEKASAN, MADURANET – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kyai Mudrikah Kembang Kuning resmi memperoleh izin operasional dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui Keputusan Nomor 244 Tahun 2026.
Izin operasional tersebut ditetapkan di Sidoarjo pada 20 Mei 2026 oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr KH Akhmad Sruji Bahtiar.
Direktur Utama IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK), Achmad Muhlis, menyebut berdirinya madrasah tersebut bukan sekadar penambahan lembaga pendidikan baru, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang mampu merawat dimensi intelektual sekaligus spiritual siswa.
“Pendidikan hari ini jangan hanya sibuk mengejar angka, tetapi juga harus mampu merawat jiwa manusia,” ujar Achmad Muhlis, Selasa (26/5/2026).
Penyerahan izin operasional dilakukan kepada perwakilan IBS PKMKK, Mohammad Holis, Abdul Qadir Maliki, dan Ust Achmad Humaidi, di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.
Muhlis menjelaskan, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning dibangun dengan konsep Madrasah Ramah Anak dan Anti Bullying.
Menurut dia, konsep tersebut menjadi respons terhadap kondisi pendidikan modern yang dinilai masih menyisakan persoalan kekerasan verbal maupun tekanan psikologis terhadap anak.
“Kami ingin madrasah ini menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan memanusiakan siswa,” katanya.
Ia menyebut pihak madrasah telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) khusus untuk mencegah perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan.
“Selain itu, fasilitas pembelajaran juga dirancang ramah anak dan inklusif terhadap penyandang disabilitas,” jelasnya.
Muhlis mengungkapkan, sebanyak 206 buku ber-ISBN karya santri telah diterbitkan melalui penerbit nasional.
“Beberapa santri di lingkungan IBS PKMKK diketahui meraih medali emas dalam Thailand International Mathematical Olympiad dan Southeast Asian Mathematical Olympiad,” ujar Muhlis.
Tak hanya itu, jelas dia, para santri juga disebut aktif dalam bidang bahasa asing, pencak silat, hingga literasi kepenulisan.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Timur, Syaikhul Hadi, mengatakan madrasah baru tersebut diharapkan menjadi pelopor pendidikan yang ramah anak sekaligus memiliki kualitas akademik yang kompetitif.
Ia menilai pendidikan Islam modern harus mampu menggabungkan nilai spiritual dengan tata kelola profesional.
“Maju bermutu mendunia harus menjadi semangat bersama. Spiritualitas harus berjalan beriringan dengan profesionalisme dan penguatan tata kelola lembaga,” ujar Syaikhul Hadi.
Menurut dia, penguatan sistem data pendidikan melalui Education Management Information System (EMIS) dan verifikasi kelembagaan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan madrasah ke depan.
Di sisi lain, lanjut dia, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning disebut telah memiliki sejumlah capaian akademik dan nonakademik sebelum resmi beroperasi penuh.
Menurut dia, budaya menulis juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan kesadaran intelektual siswa.
“Menulis bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi cara manusia memahami dirinya dan memberi makna terhadap kehidupan,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning dapat menjadi ruang pendidikan yang melahirkan generasi unggul secara akademik sekaligus memiliki kedalaman moral dan spiritual.
“Madrasah ini bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi tempat membangun masa depan manusia yang tetap memiliki nurani di tengah perubahan zaman,” katanya.













