PAMEKASAN, MADURANET – Sebanyak 147 jemaah umrah asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang saat ini berada di Arab Saudi dilaporkan dalam kondisi aman di tengah eskalasi konflik Iran dengan Israel-Amerika Serikat.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pamekasan, Abdul Halim, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah biro perjalanan (travel) yang memberangkatkan jemaah.
“Setelah kami berkoordinasi dengan para travel yang digunakan masyarakat Pamekasan, terpantau jemaah umrah di Arab Saudi dalam keadaan aman. Terutama jamaah dari Pamekasan, semuanya aman dan baik-baik saja,” ujar Abdul Halim saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Ia menyebutkan, berdasarkan laporan dari travel, terdapat 147 jemaah umrah asal Pamekasan yang masih menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Terkait laporan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau otoritas Arab Saudi, Abdul Halim mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan khusus mengenai dampak konflik terhadap jemaah.
“Belum menerima kabar resmi. Namun kami terus memantau dari akun resmi Kementerian Haji dan Umrah, dan sejauh ini situasi dinyatakan aman,” katanya.
Ia memastikan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Abdul Halim mengimbau jemaah umrah agar tetap tenang dan selalu berkoordinasi dengan petugas pendamping maupun pihak travel.
“Kami imbau jamaah untuk selalu berkoordinasi dengan petugas, intensif berkabar kepada keluarga, dan menanyakan jadwal kepulangan kepada travel masing-masing,” ujarnya.
Kepada keluarga jemaah di Pamekasan, ia juga meminta agar tidak panik menyikapi situasi geopolitik yang berkembang.
“Untuk keluarga di rumah, kami harap tetap tenang dan terus berdoa agar jemaah bisa pulang sesuai jadwal,” katanya.
Terkait kemungkinan penundaan keberangkatan umrah, Abdul Halim menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan jadwal.
“Sampai saat ini tidak ada penundaan. Jemaah Pamekasan menggunakan penerbangan langsung dari Saudi ke Surabaya, sehingga masih sesuai jadwal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan belum ada informasi mengenai penundaan pemberangkatan haji maupun umrah menyusul adanya edaran Kementerian Luar Negeri.
Dirinya menginformasikan, untuk pelaksanaan ibadah haji, saat ini proses sudah memasuki tahap pengkloteran dan pemvisaan.
“Haji sudah tahap pengkloteran dan pemvisaan. Sekarang kita masih menunggu kondisi. Semoga segera kembali normal dan jamaah bisa berangkat sesuai jadwal,” kata Abdul Halim.
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi resmi dan terverifikasi terkait kondisi jemaah umrah, Halim mengarahkan untuk memantau akun resmi Kementerian Haji dan Umrah agar tidak terpengaruh kabar yang belum tentu benar.













