PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan mulai mencari investor untuk mengembangkan sejumlah objek wisata dan aset milik daerah. Langkah tersebut dilakukan karena pengembangan kawasan wisata dinilai membutuhkan anggaran besar yang tidak dapat sepenuhnya ditopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, rencana itu tidak hanya menyasar Taman Asri Kowel, tetapi juga beberapa lokasi lain yang dinilai memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Ada beberapa lokasi yang kami bidik. Di antaranya Jumiang Atas, pengembangan kembali budidaya rumput laut, Rest Area Bongkar Muat Cargo atau dikenal Terminal Cargo yang direncanakan menjadi pusat kuliner dan rekreasi ‘Arek Lancor 2’, Api Alam, dan Talang Siring,” kata Kholilurrahman, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Kholilurrahman, Terminal Cargo direncanakan dialihfungsikan menjadi pusat kuliner dan ruang rekreasi masyarakat sebagai pelengkap kawasan Arek Lancor di pusat kota.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga ingin menghidupkan kembali kawasan wisata Jumiang serta mengembangkan potensi Api Alam dan Talang Siring yang selama ini belum dikelola secara optimal.
Meski demikian, ia mengakui hingga kini pemerintah daerah belum memperoleh investor yang siap merealisasikan rencana tersebut.
“Kami masih mencari investor. Kalau sudah ada yang berminat, nanti kami duduk bersama untuk membahas konsep dan nilai investasinya. Nilai investasinya tentu cukup besar,” ujarnya.
Kholilurrahman menegaskan, pengembangan destinasi wisata tetap akan memperhatikan aspek sosial dan keagamaan. Menurut dia, setiap kawasan wisata harus memiliki sarana ibadah yang memadai serta didukung pengamanan agar tidak menimbulkan dampak negatif di masyarakat.
“Setiap lokasi wisata harus ada musala yang aktif dan harus ada petugas keamanan. Jangan sampai kawasan wisata justru menjadi tempat yang memicu hal-hal negatif,” katanya.
Salah satu lokasi yang masuk dalam rencana pengembangan ialah Taman Asri Kowel. Kawasan tersebut menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri yang digelar Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Supriyanto mengatakan Taman Asri Kowel merupakan aset milik pemerintah daerah dengan luas sekitar satu hektare.
Menurut dia, pengelolaan taman sebelumnya dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kelurahan Kowel. Namun, masa kerja sama pengelolaan tersebut telah berakhir pada akhir 2025 sehingga pemerintah daerah kini menyusun pola pengelolaan baru.
“Kami belum menentukan konsep akhirnya. Kami ingin menyerap masukan dari tokoh masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan agar pengembangan Taman Asri Kowel benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Supriyanto.
Ia mengatakan DLH akan menyusun master plan pengembangan kawasan tersebut. Sejumlah fasilitas yang ada, termasuk kolam yang belum dimanfaatkan secara optimal, akan dievaluasi untuk menentukan fungsi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.













