PAMEKASAN, MADURANET – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pamekasan bersama Jasa Raharja Cabang Pamekasan menggelar aksi simpatik untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas di Simpang Empat Kanginan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut menyasar pengguna jalan yang melintas di salah satu titik dengan arus kendaraan cukup padat di Pamekasan. Petugas memberikan edukasi secara langsung sekaligus mengajak masyarakat menjadikan keselamatan berkendara sebagai kebutuhan, bukan sekadar memenuhi aturan.
Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan (Kanit Kamsel) Satlantas Polres Pamekasan, IPDA Dedy Dwi Purnomo, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk pendekatan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Hari ini kami bersama rekan-rekan dari Jasa Raharja turun ke jalan bukan untuk melakukan penindakan hukum, melainkan menggelar aksi simpatik. Kami ingin mengingatkan kembali bahwa tertib berlalu lintas adalah kunci utama keselamatan diri sendiri dan orang lain,” kata Dedy, Rabu (8/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, terang Dedy, personel Satlantas dan Jasa Raharja membentangkan spanduk berisi imbauan keselamatan berkendara. Spanduk itu juga memuat data mengenai fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur sebagai pengingat agar pengendara lebih waspada saat berada di jalan.
“Selain memberikan edukasi, petugas juga memberikan apresiasi kepada pengendara yang dinilai tertib berlalu lintas, seperti menggunakan helm berstandar SNI dengan benar serta mengenakan perlengkapan berkendara yang aman,” tambah dia.
Sebagai bentuk penghargaan, petugas membagikan cokelat dan suvenir kepada pengendara yang memenuhi ketentuan keselamatan.
Jasa Raharja Cabang Pamekasan yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut menyatakan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah preventif yang dilakukan kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Melalui kegiatan itu, Satlantas Polres Pamekasan mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas tidak hanya saat ada petugas di lapangan, tetapi menjadikan tertib berlalu lintas sebagai bagian dari budaya dalam kehidupan sehari-hari.













