• Terkini
  • Trending
  • Semua

PKH Pamekasan Akui Sekitar 10 Persen Bansos Masih Tak Tepat Sasaran

12 jam lalu

Mahasiswa PBA UIN Madura Belajar Pembuatan Kamus

8 jam lalu

Inilah Nasib 7 TKSK Absen Saat Kunjungan Menteri Sosial RI ke Pamekasan

11 jam lalu

Terlapor Kasus Dugaan Penipuan Modus Dapur MBG Dipanggil Polisi

2 hari lalu

582 Motor Terjaring Polres Pamekasan saat Operasi Balap Liar

2 hari lalu

Gus Ipul Minta Data Anak Miskin Dimutakhirkan untuk Program Sekolah Rakyat

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Titip Doa ke Jemaah Calon Haji agar Pembangunan Pamekasan Lancar

2 hari lalu

Polres Selidiki Pencurian Gelang Emas Rp 25 Juta di Toko Emas Jakarta

3 hari lalu

BPS Pamekasan Imbau Warga Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026

3 hari lalu

Menyamar Pembeli Wanita Berparas Ayu Embat Gelang Emas di Toko Perhiasan Jakarta Pamekasan

3 hari lalu

Nelayan Pamekasan Merasa Diperas Rp 30 Juta dengan Tudingan Merusak Terumbu Karang di Sumenep

4 hari lalu

30 Koperasi Desa di Pamekasan Dapat Mobil Pickup dari PT Agrinas

4 hari lalu

Saat Keberangkatan Haji Arek Lancor Streril dari Kendaraan Pengantar Jemaah Haji

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Mei 13, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Pemerintahan

PKH Pamekasan Akui Sekitar 10 Persen Bansos Masih Tak Tepat Sasaran

Katimkab PKH menyebut persoalan dipicu inclusion error dan exclusion error dalam pendataan penerima bantuan sosial

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
12 Mei 2026
in Pemerintahan
10 0
0

Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan Lukman Hakim saat melakukan pembinaan keluarga harapan di wilayah setempat.

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Menyambut pernyataan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan Lukman Hakim mengakui, penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Pamekasan masih belum sepenuhnya tepat sasaran.

Menurut dia, hingga saat ini masih terdapat sekitar 10 hingga 15 persen penerima bantuan yang dinilai tidak sesuai dengan kriteria penerima manfaat.

“Kami akui masih di kisaran 10 sampai 15 persen tidak tepat sasaran,” kata Lukman, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, persoalan tersebut terjadi karena masih adanya inclusion error dan exclusion error dalam pendataan penerima bansos.

Ia memaparkan, Inclusion error merupakan kondisi ketika masyarakat yang sebenarnya sudah mampu atau tergolong kaya justru terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.

Sebaliknya, tambah dia, exclusion error terjadi ketika warga yang seharusnya berhak menerima bantuan justru tidak masuk dalam data penerima.

“Masih terjadi inclusion error, yaitu individu yang tidak berhak karena sudah mampu justru terdaftar sebagai penerima bansos. Sementara exclusion error adalah orang yang seharusnya berhak justru tidak menerima bantuan,” ujarnya.

Lukman menegaskan, pihak PKH hanya menjalankan tugas berdasarkan data yang dikirim oleh Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk dalam penentuan desil atau penggolongan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, petugas PKH di lapangan hanya melakukan proses pemutakhiran data masyarakat.

“Kami turun ke lapangan untuk melakukan pemutakhiran dengan menginput data riil di lapangan. Yang menentukan penetapan desil atau golongan tersebut adalah BPS,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah pusat saat ini tengah berupaya memperbaiki sistem pendataan agar penyaluran bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran.

Karena itu, Kementerian Sosial bersama BPS sedang menyiapkan skema baru untuk menyempurnakan validitas data penerima bantuan.

“Makanya Menteri Sosial bersama BPS sekarang sedang melakukan skema agar semua data tepat dan bantuan bisa tepat sasaran,” ucapnya.

Lukman menjelaskan, proses pemutakhiran data bansos dimulai dari Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di tingkat desa.

Setelah itu, petugas PKH turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan kondisi riil masyarakat penerima bantuan.

Selain soal validitas data, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan meminjamkan kartu tanda penduduk (KTP) kepada orang lain.

Sebab, kata dia, data identitas tersebut dikhawatirkan disalahgunakan untuk pengajuan kredit maupun pencatatan aset atas nama orang lain.

“Bantuan masyarakat agar bantuan tepat sasaran itu perlu, yaitu dengan tidak meminjamkan KTP-nya,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf juga mengakui penyaluran bantuan sosial di Indonesia masih banyak yang tidak tepat sasaran. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja di Kabupaten Pamekasan, Minggu (10/5/2026).

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf saat kunjungan kerja di Kabupaten Pamekasan, Minggu (10/5/2026).

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menyebut persoalan tersebut dipicu data penerima bantuan yang masih amburadul.

Akibatnya, banyak masyarakat yang sebenarnya tidak layak menerima bantuan justru tercatat sebagai penerima.

“PKH dan sembako itu 45 persen tidak tepat sasaran, sementara Program Indonesia Pintar 43 persen tidak tepat sasaran,” ujar Gus Ipul.

Tak hanya itu, dia juga memaparkan data subsidi LPG 3 kilogram yang tercatat memiliki tingkat ketidak tepatan sasaran 60,6 persen.

“Sementara bansos dan subsidi lainnya berada di angka sekitar 40 persen, sedangkan subsidi listrik mencapai 58 persen,” tandasnya.

Tags: BantuaDinsos PamekasanGus IpulMenteri Sosial RIPamekasanPemkab PamekasanPKHSubsidi
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version