PAMEKASAN, MADURANET – Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mengapresiasi percepatan pembentukan dan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pamekasan.
Hal itu disampaikan Ferry saat bersilaturahmi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pamekasan, Kamis (19/2/2026) malam.
“Pamekasan termasuk kabupaten yang cepat dalam pembentukan dan pembangunan KDKMP,” ujar Ferry dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, program KDKMP merupakan amanat Presiden yang diperkuat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan Merah Putih, serta Inpres Nomor 17 Tahun 2025 tentang pembangunan fisik gudang dan kelengkapannya.
”Secara nasional, pembentukan badan hukum koperasi ditargetkan mencakup sekitar 80.000 desa dan kelurahan di Indonesia. Saat ini, pembangunan fisik gudang dan sarana pendukung sedang berlangsung di sekitar 30.000 titik,” ujarnya
Pihaknya menargetkan, bulan Mei–Juni pembangunan fisik selesai, agar Desember nanti bisa masuk tahap lanjutan.
Ferry menegaskan, KDKMP nantinya bukan milik kementerian, melainkan sepenuhnya milik koperasi di desa. Koperasi tersebut harus dikelola secara profesional dan mampu menghasilkan keuntungan untuk anggotanya.
Ia juga menyebut telah berkoordinasi dengan Menteri Sosial agar keberadaan KDKMP bisa berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan di desa.
“KDKMP harus bisa menghidupkan ekonomi desa, memutus mata rantai tengkulak dan rentenir, serta membuka lapangan kerja bagi anak muda,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman melaporkan, dari program tersebut, 9 koperasi desa di Pamekasan telah selesai 100 persen.
“Insya Allah bulan Maret atau maksimal awal April ada tambahan empat lagi, sehingga total menjadi 14 koperasi yang selesai,” kata Kholilurrahman.
Ia berharap KDKMP dapat segera beroperasi optimal di seluruh desa. Saat ini masih terdapat satu hingga dua desa yang dalam proses penyediaan lahan.













