• Terkini
  • Trending
  • Semua
Ketua LP2M Tuding Ada Main Mata di BK soal Kasus Pemalsuan Tanda Tangan

DPRD Sepakat Tolak Program Bupati Pamekasan Umrah Gratis Guru Ngaji

4 tahun lalu

Pemkab Pamekasan Menggelar Doa Bersana untuk Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

2 jam lalu

Beras Medium di Sumenep Dijual di Bawah HET

6 jam lalu

Ngumpet di Tempat Kos Pengedar Sabu asal Proppo Diciduk Polisi

7 jam lalu

Proyek LSDP Pengolahan Sampah Hilir Pamekasan Baru Dimulai 2029

12 jam lalu

Bupati Pamekasan Imbau ASN dan Pelajar Berbusana Santri Selama Tiga Hari

15 jam lalu

Pahlawan Nasional M. Tabrani Jadi Inspirasi Dewan Kesenian Pamekasan Gagas Event Kebudayaan

1 hari lalu

Belanja P-APBD Pamekasan Molor Akibat Evaluasi Gubernur Tak Kunjung Rampung

1 hari lalu

Tersangka Narkoba yang Kabur Saat Penggerebekan di Proppo Belum Tertangkap

1 hari lalu

Mekanik Nasional Puji Gelaran Drag Bike Bupati Cup Pamekasan

2 hari lalu

Drag Bike Bupati Cup Pamekasan Jadi Wadah Pembinaan Pembalap Liar

2 hari lalu

Drag Bike Bupati Cup Pamekasan Jadi Wadah Prestasi dan Edukasi bagi Pemuda

2 hari lalu

Enam Tempat Hiburan di Pamekasan Disegel Satpol PP dan Kepolisian

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Oktober 21, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Parlementaria

DPRD Sepakat Tolak Program Bupati Pamekasan Umrah Gratis Guru Ngaji

Program umrah gratis akan menimbulkan gejolak sosial bagi guru ngaji sendiri

oleh Hasbi Amrullah
14 September 2022
in Parlementaria
27 0
0
Ketua LP2M Tuding Ada Main Mata di BK soal Kasus Pemalsuan Tanda Tangan

Kantor DPRD Pamekasan Jawa Timur

0
SHARES
273
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Program umrah gratis untuk 189 guru ngaji yang diusulkan Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Baddrut Tamam, resmi ditolak oleh DPRD Pamekasan. Penolakan itu disampaikan sejumlah fraksi DPRD Pamekasan dalam rapat paripurna DPRD Pamekasan yang digelar pada Selasa (13/9/2022).

Salah satunya Frkasi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP). Dalam pemandangan umum yang dibacakan Rosyid Fansori, program umrah gratis menuai banyak kritik dari para guru ngaji di Kabupaten Pamekasan.

Menurutnya, umrah gratis bagi 189 guru ngaji se-Kabupaten Pamekasan akan menimbulkan kesenjangan dan kecemburuan sosial. Alasannya, jumlah guru ngaji di Kabupaten Pamekasan sebanyak 4.300 orang lebih. Sementara yang masuk dalam program hanya 189.

“Dimana rasa keadilannya bagi guru ngaji yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan umrah gratis?,” terang Rosyd.

Menurut Rosyd, saat ini seharusnya Baddrut Tamam fokus kepada janji-janji politik yang pernah disampaikan pada saat kampanye dulu. Di antaranya pemberian insentif bagi guru ngaji. Saat ini insentif guru ngaji hanya diberikan kepada 1.000 orang. Sedangkan sisanya 3.300 guru ngaji luput dari perhatian pemerintah.

“Dengan tegas kami menolak usulan Bupati Baddrut Tamam. Program itu akan menimbulkan kecemburuan dan muaranya pada kepentingan kelompok tertentu,” kata Rosyd.

Yang perlu diperhatikan saat ini, kaitannya dengan guru ngaji yakni soal kesehatannya. Apakah para guru ngaji sudah terjamin kesehatannya?

“Jangan-jangan mereka juga tidak masuk dalam penerima layanan kesehatan gratis. Maka Bupati harus berpikir ke sana,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Qomarul Wahyudi dengan tegas menolak untuk menyetujui Baddrut Tamam berupa program umrah gratis. Menurutnya, Komisi IV sudah menutup pembahasan anggaran soal umrah gratis.

“Komisi IV sebagai mitra eksekutif Bagian Kesra sudah menutup usulan umrah gratis. Kita tolak dengan alasan APBD 2023 sedang defisit 230 miliar lebih,” kata dewan termuda ini.

Menurut Wahyud, Baddrut Tamam tidak memiliki kepekaan terhadap situasi dan keadaan yang dialami masyarakat saat ini. Hal ini dibuktikan dengan usulan program yang tidak urgen serta tidak berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Banyak program yang harus kami coret karena dampaknya kepada masyarakat tidak ada. Seharusnya bupati peka melihat keadaan, apalagi angka kemiskinan semakin meningkat,” ungkap politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

Tags: APBDbaddrut TamamDefisitDPRDGratisKemiskinanPamekasanUmrah
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version