• Terkini
  • Trending
  • Semua
Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam

Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam

6 tahun lalu

Menteri Koperasi Akan Jadikan KDKMP Pusat Penyaluran Program Pemerintah

9 jam lalu

Pamekasan Sukses Gelar Puncak Harkop Jatim Ke-79

12 jam lalu
Panitia Harkopnas Jatim Kekurangan Dana Haji Her Sumbang Rp 465 Juta

Panitia Harkopnas Jatim Kekurangan Dana Haji Her Sumbang Rp 465 Juta

14 jam lalu

Sarasehan Harkopnas di Pamekasan Soroti Masa Depan Koperasi

1 hari lalu

Warga Palengaan Tolak Pembangunan Indomaret

1 hari lalu

Pasar Murah ke-84 Digelar di Pamekasan, Khofifah Jual Sembako di Bawah Harga Pasar untuk Tekan Inflasi

1 hari lalu

Pemkab Pamekasan Rampungkan Penyusunan BPP Tembakau 2026, Biaya Produksi Dipastikan Naik

1 hari lalu
Ilustrasi Gemini Pinterest.

Kasus Pemerkosaan Anak di Pulau Raas Sumenep Mandeg Keluarga Korban Resah

4 hari lalu

Puluhan ASN, TNI, dan Petugas Pasar Bersihkan Pasar 17 Agustus Pamekasan

4 hari lalu

MBG Running Kembali Harga Sayur Meroket

5 hari lalu

Lima Jabatan Eselon II Pemkab Pamekasan Dibuka Melalui Manajemen Talenta

5 hari lalu

Pendaftar Bazar Harkop Membludak Dekopinda Pamekasan Terapkan Satu Stan untuk Dua UMKM

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Juli 22, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Parlementaria

Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam

Posisi petani garam di Jawa Timur masih lemah dari berbagai sisi. Raperda perlindungan yang digagas oleh Komisi B DPRD Jawa Timur sebagai upaya untuk mengurai benang kusut persoalan garam.

oleh Hasbi Amrullah
24 Januari 2020
in Parlementaria, Politik
19 0
0
Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam
0
SHARES
192
VIEWS

MADURANET – Komisi B DPRD Jawa Timur menggagas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Perlindungan Petani Garam. Sebelum Raperda itu dibahas secara maraton di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jawa Timur, Komisi B menggelar Focus Group Discussion (FGD) Jumat (24/1/2020).

Berbagai pihak ikut terlibat dalam FGD, mulai dari petani garam, lembaga swadaya masyarakat, akademisi dan jurnalis di Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP).

Aliyadi Musthofa, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur menyampaikan, Raperda tentang perlindungan petani garam sebagai ikhtiar untuk memberdayakan petani di Madura dan Jawa Timur pada umumnya. Sebab, selama ini petani selalu dalam poisis yang tidak diuntungkan.

“Kami perlu banyak mendengar masukan, aspirasi dari banyak kalangan tentang Raperda ini,” tutur politikus PKB asal Kabupaten Sampang ini.

Aliyadi menambahkan, banyak persoalan yang perlu diungkap dalam menangani garam secara nasional. Terutama soal transparansi data di kementerian yang hingga saat ini masih disembunyikan. Meskipun Komisi B sudah beberapa kali mendatangi kementerian yang berkaitan dengan garam, namun data itu masih belum juga transparan.

Sementara itu, Prof Muhammad Zainuri, guru besar Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, banyak alasan mengapa petani garam harus mendapatkan perlindungan. Pertama, petani garam paling banyak dan paling besar produksinya ada di Jawa Timur, terutama di Madura. Selain itu, memproduksi garam bagi petani di Madura bukan sekedar untuk tujuan materiil belaka. Namun sudah menjadi budaya.

“Petani garam itu, dalam keadaan harga garam mahal, murah, cuaca buruk atau cuaca bagus, tetap produksi garam. Mengapa? Karena garam itu sudah menjadi budaya sehingga petani harus dilindungi,” ujar Muhammad Zainuri.

Saat ini, imbuh pria kelahiran Sumenep ini, persoalan garam masih karut-marut. Kondisi ini membuat tata niaga garam ikut amburadul. Buktinya, impor garam leluasa masuk. Sementara stok garam dalam negeri dibiarkan tidak terserap hingga ratusan ribu ton.

“Saya kira harus ada titik temu antara kepentingan pemerintah dengan kepentingan rakyat. Jangan pemerintah hanya ingin kepentingannya sendiri dipenuhi, sementara rakyat terus terpuruk,” tandasnya.

Tags: Aliyadi MusthofaGaramKomisi B DPRD Jawa TimurPamekasanPetani garamtambak garam
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version