PAMEKASAN, MADURANET – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali menambah jajaran guru besar, dosen Pascasarjana UIN Madura, Achmad Mulyadi, resmi menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025 di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Achmad Mulyadi mengatakan, capaian itu bukan sekadar penghargaan akademik, melainkan amanah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya melalui kajian Ilmu Falak.
“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan bersyukur atas amanah ini. Namun, yang lebih penting, gelar Guru Besar menjadi tantangan bagi saya untuk terus memperkuat dan memperdalam keilmuan yang selama ini saya tekuni, khususnya Ilmu Falak,” ujarnya.
Ia berharap doa dan dukungan dari masyarakat, sivitas akademika, serta para mahasiswa agar dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik.
“Saya memohon doa dari semua pihak agar tugas ini dapat saya laksanakan sebaik-baiknya dan ilmu yang kami miliki benar-benar bermanfaat bagi umat,” katanya.
Menurut guru besar ilmu falak tersebut, setelah resmi menyandang gelar Guru Besar, fokus pengabdiannya akan diarahkan pada penguatan kajian Ilmu Falak yang berkaitan langsung dengan kebutuhan umat Islam, mulai dari penentuan arah kiblat, waktu salat, penanggalan Hijriah, hingga astronomi Islam.
Dalam waktu dekat, ia juga akan terlibat mendukung Program Indonesia Berqiblat yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia. Katanya, program nasional tersebut bertujuan memastikan ketepatan arah kiblat masjid, musala, dan fasilitas ibadah di seluruh Indonesia melalui pendekatan ilmiah dan sesuai kaidah syariat.
“Kementerian Agama saat ini sedang melaksanakan Program Indonesia Berqiblat. Ini menjadi tugas sekaligus tantangan bagi kami. Insya Allah pada 15-16 Juli 2026 kami bersama tim akan ikut menyukseskan program tersebut,” ucapnya.
Ia berharap program itu mampu meningkatkan pemahaman masyarakat, mengenai pentingnya akurasi arah kiblat berdasarkan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mulyadi menegaskan, sebagai Guru Besar dirinya berkomitmen terus mengembangkan riset, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta pembinaan generasi muda di bidang Ilmu Falak.
“Saya berharap dapat terus mengabdikan keilmuan agama sesuai arahan Menteri Agama. Semoga keberadaan Guru Besar dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan dunia pendidikan Islam,” tuturnya.













