• Terkini
  • Trending
  • Semua
Guru Besar UIN Madura Tawarkan Kurikulum Cinta Tekan Perundungan di Pesantren

Guru Besar UIN Madura Tawarkan Kurikulum Cinta Tekan Perundungan di Pesantren

4 hari lalu

Menyamar Pembeli Wanita Berparas Ayu Embat Gelang Emas di Toko Perhiasan Jakarta Pamekasan

5 jam lalu

Nelayan Pamekasan Merasa Diperas Rp 30 Juta dengan Tudingan Merusak Terumbu Karang di Sumenep

20 jam lalu

30 Koperasi Desa di Pamekasan Dapat Mobil Pickup dari PT Agrinas

22 jam lalu

Saat Keberangkatan Haji Arek Lancor Streril dari Kendaraan Pengantar Jemaah Haji

22 jam lalu

Calon Haji Lansia dan Disabilitas Pamekasan Dapat Pelayanan Khusus

1 hari lalu

Polres Pamekasan Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Proppo

2 hari lalu

BPS Pamekasan Buka Kesempatan Kerja untuk 1.109 Petugas Sensus Ekonomi

2 hari lalu

Satpol PP Pamekasan Tertibkan 300 Reklame Bermasalah

2 hari lalu

Modus Kulakan Solar untuk Ditimbun Polres Pamekasan Ciduk Pria asal Pasean

3 hari lalu

Teknologi di IBS PKMKK Berhasil Dorong Nalar Kritis Santri

3 hari lalu

Sejumlah Kecamatan di Pamekasan Masuk Zona Rawan Kebakaran saat El Nino

3 hari lalu

Lokasi Sekolah Rakyat Pamekasan Mulai Menemukan Titik Terang

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, Mei 9, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Guru Besar UIN Madura Tawarkan Kurikulum Cinta Tekan Perundungan di Pesantren

Pendekatan berbasis kasih sayang dan kesadaran tauhid dinilai mampu mengubah relasi sosial yang selama ini sarat kekerasan simbolik.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
5 Mei 2026
in Pendidikan
10 0
0
Guru Besar UIN Madura Tawarkan Kurikulum Cinta Tekan Perundungan di Pesantren

Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam UIN Madura, Prof Dr. Ahmad Muhlis, MA.

0
SHARES
102
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Fluktuasi kasus perundungan di lingkungan pendidikan masih tinggi dalam tiga tahun terakhir. Data yang dipaparkan Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Achmad Muhlis, menunjukkan persoalan ini belum tertangani secara tuntas.

Ia menyampaikan, Pada 2023, tercatat sekitar 3.800 kasus perundungan di pesantren seluruh Indonesia. Angka itu sempat menurun pada 2024 menjadi sekitar 2.057 , namun kembali meningkat pada 2025 hingga 3.520 kasus.

“Dari jumlah tersebut, 55,5 persen merupakan kekerasan fisik, bahkan 25 kasus berujung kematian. Sementara pada awal 2026 saja, sudah tercatat 258 kasus, dengan 10 kasus di antaranya menyebabkan kematian,” ujar dia, Selasa (5/5/2026).

Tidak hanya itu, Muhlis juga mengungkap fakta mengkhawatirkan bahwa sekitar 40 persen santri pernah terlibat dalam praktik perundungan, baik sebagai pelaku maupun bagian dari dinamika sosial yang menormalisasi perilaku tersebut.

“Angka ini menunjukkan bahwa perundungan bukan lagi kasus insidental, tetapi sudah menjadi pola relasi sosial yang dianggap biasa,” kata Muhlis.

Menurut dia, praktik perundungan, termasuk ejekan, roasting, hingga kacoan, sering kali dibungkus sebagai humor atau keakraban. Padahal, di balik itu terdapat kekerasan simbolik yang berdampak serius pada psikologis korban.

“Roasting yang dianggap biasa bisa menjadi sarana normalisasi ketimpangan martabat,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Muhlis menilai pendekatan berbasis sanksi tidak cukup. Ia menawarkan konsep “kurikulum cinta” sebagai solusi alternatif yang menyasar akar persoalan. Pendekatan ini menggabungkan nilai al-mahabbah (kasih sayang) dan al-muwahhid (kesadaran ketauhidan), yang diperkuat dengan kepemimpinan profetik.

Direktur Utama Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) tersebut menjelaskan, konsep al-mahabbah menekankan penerimaan dan empati dalam relasi sosial. Ketika individu merasa dihargai, kebutuhan untuk merendahkan orang lain akan berkurang.

Sementara al-muwahhid, lanjut Muhlis, membangun kesadaran bahwa semua manusia berada dalam satu kesatuan ciptaan Tuhan, sehingga melahirkan sikap saling menghormati.

“Merendahkan orang lain bukan hanya pelanggaran sosial, tetapi juga pelanggaran terhadap kesadaran tauhid. Nilai-nilai tersebut telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Hujurat ayat 11–12, yang melarang ejekan dan perilaku merendahkan sesama,” ujarnya.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya keteladanan dari figur otoritas. Guru, pengasuh, dan pemimpin komunitas harus menjadi contoh dalam membangun budaya yang sehat.

Dengan pendekatan tersebut, Muhlis optimistis perundungan dapat ditekan secara lebih efektif karena tidak hanya mengatur perilaku, tetapi juga membentuk kesadaran.

“Dari hati ke struktur sosial, dari niat ke tindakan, di situlah transformasi bermula perlahan, tetapi mengakar,” tandasnya.

Tags: Guru besar UIN MaduraIBS PKMKKKurikulum CintapendidikanPerundunganPondok Pesantren
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version