PAMEKASAN, MADURANET — Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIN Madura menggelar kegiatan Perkuliahan Luar Kelas (PLK) bertema “The Critical Eye: Mastering the Art of Movie Review” di KCM Pamekasan, Senin (10/11/2025).
Dosen pengampu Writing 3, Siti Azizah menyampaikan, kegiatan yang diikuti 60 mahasiswa semester 5 ini menjadi ruang praktik bagi penerapan analisis kritis melalui film, sekaligus menciptakan pembelajaran literasi yang imersif.
“Kegiatan ini memadukan mata kuliah Writing 3 dan Reading 3,“ tambah Azizah.
Ia menjelaskan, PLK ini dirancang sebagai siklus belajar penuh dengan mengamati film sebagai teks visual, menulis ulasan argumentatif, hingga melakukan peer review dan revisi tulisan.
Menurutnya, PLK memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjembatani teori dan praktik literasi.
“Kita sering melihat film hanya sebagai hiburan, tetapi bagi mahasiswa Writing 3 dan Reading 3, film adalah teks visual yang kaya makna,” ujarnya. “Melalui kegiatan ini, mereka diminta membedah struktur naratif film dan mengaplikasikan critical reading untuk menuliskan ulasan yang argumentatif.”
Di lokasi, mahasiswa melakukan observasi kritis dengan mencatat adegan kunci, dialog, dan bukti visual lain untuk mendukung argumen dalam ulasan mereka.
Tahap berikutnya adalah pertukaran tulisan dalam kerangka peer review. Dosen Reading 3 Fithriyah Rahmawati, menilai proses ini sebagai satu inti penting dalam penciptaan pembaca dan penulis yang kritis.
“Fase peer review melatih mahasiswa menjadi critical readers,” jelasnya.
Ia memaparkan, mahasiswa bisa membaca karya temannya, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan di dalamnya, lalu merevisi tulisan sendiri.
”Ini siklus akademik yang relevan bagi dunia profesional,” terang Fitri
Tidak hanya itu, lanjut Fitri, melalui alur drafting–review–rewriting, mahasiswa diharapkan memahami bahwa menulis bukan hanya mengekspresikan gagasan, melainkan juga menimbang, mengoreksi, dan menyempurnakannya.
Kegiatan PLK disambut baik. Nuansa belajar di auditorium bioskop membantu mahasiswa melihat teks dalam bentuk berbeda.
Muadibunnas Syukur (Adib), mahasiswa TBI, menilai kegiatan ini sebagai program inovatif yang efektif mendorong antusiasme belajar.
“Program ini mampu meningkatkan semangat mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Bagi saya, ini media belajar yang membuat kami bisa menulis teks review sesuai mata kuliah,” ujarnya.
Mahasiswa lain turut merasakan manfaat penting dalam proses membaca kritis. Roy, salah satu peserta, menggambarkan kegiatan sebagai pengalaman belajar yang membuka perspektif baru.
“Biasanya kita membaca esai atau teks, tapi kali ini harus ‘membaca’ film. Rasanya seperti dibekali kacamata baru,” kata Roy.
Sementara itu, mahasiswa bernama Moh. Ma’luf menyebut tahap peer review sebagai bagian yang paling menantang sekaligus memperkaya.
“Kita harus mengkritik tulisan teman secara konstruktif dan menerima kritik balik untuk menulis ulang. Di situ kita belajar banyak,” tuturnya.













