PAMEKASAN, MADURANET – Kepala Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, membantah dirinya menolak permintaan wartawan yang ingin mengetahui informasi tentang modul ajar atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan saat SR sudah berjalan. Pihaknya akan memberikan informasi apapun, dengan catatan sesuai prosedur.
Menurut Aisyah, jika permintaan informasi itu bersifat prbadi dengan latar belakang penelitian, maka harus disertai dengan surat permohonan dan proposal.
“Saya tidak keberatan jika ada yang butuh informasi apapun. Namun harus tahu porsinya. Jika untuk pribadi, maka harus ada surat dan proposalnya,” ujar Aisyah kepada Maduranet melalui sambungan telpon seluler.
Aisyah merasa keberatan atas pemberitaan Maduranet yang diterbitkan pada hari Senin tggal 11 Agustus 2025 dengan judul Sekolah Rakyat Pamekasan Rahasiakan Rencana Pembelajaran. Menurutnya, modul ajar hanya bisa diberikan kepada pihak yang memiliki kepentingan dinas, seperti pengawas, dinas atau kementrian.
“Saya tidak anti wartawan, namun jika sudah mengarah kepada kepentingan pribadi untuk penelitian, maka sudah beda konteks,” imbuhnya.
Menurut Aisyah, pihaknya saat ini sedang fokus kepada persiapan launching SR Pamekasan yang akan dilaksanakan pada Jumat (15/8/2025). Saat ini, persiapannya sudah 100 persen. Prasarana yang dibutuhkan, sudah dipersipkan untuk menunggu kedatangan peserta didik.
“Kami akan menghadapi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang pelaksanaanya selama 2 pekan lagi. Launchingnya, nanti bersama Bupati Pamekasan,” ungkapnya.
SR sendiri, mengedepankan pembelajaran inklusif dengan kurikulum adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, serta fokus kepada pengembangan karakter dan keterampilan hidup.
Menurut Aisyah, SR menerapkan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematic) untuk mengintegrasikan tekhnologi dan keterampilan dalam proses belajar.
“Para siswa dibekali life skill agar anak dari keluarga kurang mampu tidak terjebak dalam lingkungan kemiskinan. Kalau orang tua miskin, maka anaknya jangan miskin juga,” tegasnya.













