PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan menargetkan pelaksanaan job fair pada pertengahan Juni 2026.
Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap koordinasi dan pengajuan kerja sama dengan para pelaku usaha.
“Rencana kami di bulan Juni pertengahan, sekitar tanggal 20. Saat ini masih tahap pengajuan ke teman-teman pengusaha,” kata Achmad saat ditemui di kantornya, Selasa (7/4/2026).
Ia menyebutkan, lokasi yang diajukan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut berada di Gedung Bakorwil IV Pamekasan. Konsep kegiatan dirancang berlangsung di dalam ruangan (indoor).
Menurut dia, konsep indoor dipilih agar peserta dapat mengikuti proses rekrutmen dengan lebih nyaman, termasuk peluang untuk langsung menjalani wawancara kerja di lokasi.
“Kami rencanakan indoor agar pendaftar bisa langsung wawancara di tempat, lebih tenang dan kondusif,” ujarnya.
Achmad menambahkan, job fair ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK, mahasiswa, hingga pencari kerja umum dari berbagai jurusan. Sejumlah sektor pekerjaan yang diperkirakan akan dibuka meliputi jasa keuangan, otomotif, dan bidang lainnya.
Terkait persyaratan, ia menjelaskan bahwa ketentuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Namun, dokumen dasar seperti curriculum vitae (CV), ijazah atau surat keterangan lulus (SKL), serta surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dan surat keterangan sehat disarankan untuk dipersiapkan.
“Persyaratan tergantung perusahaan, tapi dokumen dasar seperti CV dan ijazah wajib disiapkan,” kata dia.
Ia memastikan, peluang kerja tanpa pengalaman atau entry level juga tersedia, khususnya bagi fresh graduate maupun lulusan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, siswa yang akan lulus pada tahun ini juga didorong untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Ini memang kami arahkan untuk fresh graduate, termasuk lulusan tahun ini,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, terang dia, peserta tidak hanya mendaftar, tetapi juga berkesempatan mengikuti proses seleksi hingga wawancara secara langsung di lokasi. Skema ini diharapkan dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja.
Achmad menegaskan, proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dan transparan tanpa praktik perantara.
“Segera mendaftar, tidak perlu khawatir. Seleksi dilakukan transparan tanpa orang dalam,” ujarnya.
Ia menargetkan sebanyak 30 hingga 40 perusahaan akan berpartisipasi dalam job fair tersebut. Jumlah ini setidaknya setara dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang diikuti 31 perusahaan.
“Target minimal 30 perusahaan, maksimal bisa sampai 40 perusahaan,” pungkas Achmad.













