• Terkini
  • Trending
  • Semua

Kekerabatan Kakanwil Kemenag Jatim dengan Ulama Pamekasan

5 bulan lalu

13 Orang Pamekasan Jadi Korban Investasi Emas Bodong dan Laba Uang Tunai

42 menit lalu

Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah Pamekasan Borong 3 Juara Nasional Bahasa Mandarin

5 jam lalu

Tidak Etis Anggota F-PPP Tinggalkan Forum Tanpa Izin dalam Sidang Paripurna DPRD Pamekasan

16 jam lalu

Peresmian Kopdes Merah Putih di Pamekasan Masih Terkatung-katung

18 jam lalu

Bupati Pamekasan Bakal Hidupkan Kembali Nomor Pengaduan Masyarakat

23 jam lalu

AJP Salurkan Air Bersih, 11 Kecamatan di Pamekasan Jadi Sasaran

2 hari lalu

ASKAB PSAI Pamekasan Resmi Dilantik, Buka Ruang Prestasi Atlet Disabilitas

3 hari lalu

Bupati Pamekasan Apresiasi Gotong Royong Perbaikan Jalan Desa Mangar Sepanjang 3,5 Kilometer

3 hari lalu

12 Santri Padepokan Kiyai Mudrikah Jajal Baca Kitab Kuning dan Tajwid

3 hari lalu

Antrean BBM di Sejumlah SPBU Pamekasan Karena Konsumen Panik

4 hari lalu

Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM karena Ulah Konsumen Sendiri

4 hari lalu

Warga Blumbungan Keluhkan Bau Menyengat dari Gudang Tembakau

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, September 8, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Kekerabatan Kakanwil Kemenag Jatim dengan Ulama Pamekasan

"Nyambung beleh" ungkap jejaring genealogis pesantren hingga kawasan Tapal Kuda

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
6 April 2026
in Pendidikan
9 1
0

Dokumentasi IBS PKMKK Pamekasan.

0
SHARES
102
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Silaturahmi antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, dengan para pengasuh IBS PKMKK di Pamekasan, Sabtu (4/4/2026) lalu, mengungkap keterhubungan kekerabatan yang melintasi jejaring pesantren di Madura hingga kawasan Tapal Kuda.

Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis, mengatakan pertemuan yang berlangsung selama sekitar tiga jam itu menjadi momentum “nyambung beleh”, atau tersambungnya jalur genealogis antar ulama dan pengasuh pesantren.

“Ternyata ada keterhubungan nasab antara beliau dengan para pengasuh melalui jalur ulama terdahulu,” ujar Muhlis, Senin (6/4/2026).

Pertemuan yang digelar di lobi gedung utama IBS PKMKK tersebut dihadiri sejumlah pengasuh, antara lain Mohammad Holis, Abd Rasyid Sufi, Moch Cholid Wardi, Taufiqur Rahman, Achmad Humaidi, dan K. Moh Fadil.

Muhlis menjelaskan, keterhubungan kekerabatan itu terlacak melalui tokoh-tokoh ulama seperti Bujuk Kiai Ismail Kembang Kuning, Bujuk Kiai Ajunan Sentol, Bujuk Kiai Ashar Bagandan, hingga Bujuk Bujuden Pamoroh Kiai Homsi atau Raden Sumowijoyo.

Keterkaitan tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa jaringan pesantren di Madura dan Tapal Kuda memiliki hubungan yang saling terhubung dan telah terbentuk sejak lama.

“Artinya, kekerabatan itu tidak hanya antar individu, tetapi juga menghubungkan banyak pesantren dalam satu jejaring besar,” kata Muhlis.

Ia menilai, peristiwa ini tidak sekadar mengungkap silsilah keluarga, tetapi juga menghidupkan kembali memori kolektif pesantren.

Dalam tradisi pesantren, lanjut dia, nasab memiliki makna penting karena menjadi bagian dari kesinambungan nilai, ilmu, dan perjuangan para ulama terdahulu.

“Ini memperkuat identitas kolektif pesantren sekaligus menegaskan bahwa pesantren berdiri di atas sejarah panjang,” ujarnya.

Muhlis menambahkan, keterhubungan genealogis tersebut juga memperkuat rasa kebersamaan antar-pesantren yang selama ini terjalin melalui hubungan keilmuan, dakwah, dan sosial.

Menurut Muhlis, makna “nyambung beleh” menjadi semakin relevan di tengah tantangan zaman yang cenderung individualistik.

Kesadaran akan keterhubungan sejarah dan kekerabatan, kata dia, menjadi modal sosial penting untuk menjaga solidaritas dan arah pengembangan pesantren ke depan.

“Pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga bagian dari jaringan peradaban yang saling terhubung,” kata Muhlis.

Ia menegaskan, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan pesantren tidak dapat dilepaskan dari akar sejarah dan tradisinya.

“Dari situ, pesantren memperoleh kekuatan untuk terus berkembang tanpa kehilangan jati diri,” tutup dia.

Tags: Bani IsmailIBS PKMKKKakanwil Kemenag JatimPondok Pesantrenulama
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version