• Terkini
  • Trending
  • Semua
Sekolah Rakyat Berpeluang Jadi Sarana Pemberdayaan

Sekolah Rakyat Berpeluang Jadi Sarana Pemberdayaan

10 bulan lalu

Mendikdasmen Dorong Pelestarian Bahasa Madura

2 jam lalu

IBS PKMKK Gelar Manasik Haji untuk Bangun Kesadaran Spiritual Santri

10 jam lalu

Mendikdasmen Sebut Rekor MURI di Pamekasan Jadi Bukti Komitmen Pendidikan Bermutu

17 jam lalu

Bolak-Balik Bupati Pamekasan Tinjau Persiapan Puncak Hardiknas 2026 Hingga Malam

1 hari lalu
Pameran Museum Temporer se-Madura Usung Tema “The Colonial”

Bupati Pamekasan Akan Isi Kekosongan Kepala Sekolah Usai Puncak Hardiknas

1 hari lalu

Kisah Budi 12 Tahun Urus Jenazah dan Orang Sakit

2 hari lalu
Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

3 hari lalu

Pemkab Pamekasan Gotong Royong Bersihkan Stadion Pamelingan Jelang Puncak Hardiknas 2026

3 hari lalu

Bus Tabrak Pemotor hingga Tewas Supir Bus Melarikan Diri

3 hari lalu

PC PMII Pamekasan Soroti Pembiaran Tambang Ilegal di Pamekasan

3 hari lalu

DPRD Pamekasan Upayakan Pembelajaran SMK Kesehatan Kembali Berjalan Normal

4 hari lalu

DPRD Pamekasan Temui GMNI Bahas Warga Belum Tercover BPJS Kesehatan

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Mei 25, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Sekolah Rakyat Berpeluang Jadi Sarana Pemberdayaan

Kebijakan sekolah rakyat harus menjunjung nilai integrasi, standarisasi, dan fleksibilitas

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
22 Juli 2025
in Pendidikan
14 1
0
Sekolah Rakyat Berpeluang Jadi Sarana Pemberdayaan

Guru Besar UIN Madura Dr. Atiqullah, M. Pd,

0
SHARES
145
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET– Gagasan tentang Sekolah Rakyat di Pamekasan mendapat sorotan tajam dari kalangan akademisi. Atiqullah, guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menilai konsep ini sebagai inisiatif progresif yang membuka ruang bagi keadilan akses pendidikan. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

Menurut Atiqullah, sekolah rakyat menandai komitmen negara dalam menjangkau kelompok-kelompok marjinal yang selama ini terpinggirkan oleh sistem pendidikan formal yang birokratis dan seragam.

“Ini peluang besar bagi kelompok yang kerap tak terjangkau sistem konvensional. Namun, tidak cukup hanya membuka akses. Harus ada pengelolaan yang mengakar pada partisipasi lokal dan prinsip kepemimpinan transformatif,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).

Dalam kacamata manajerial, tegas Atiqullah, sekolah rakyat harus dilandaskan pada pendekatan komunitas, melibatkan masyarakat lokal secara aktif. Bukan hanya alat penyampai pengetahuan, tapi menjadi ruang pemberdayaan sosial, pembentukan karakter, literasi dasar, dan keterampilan hidup kontekstual.

Namun demikian, Atiqullah juga menyoroti tiga tantangan serius yang bisa menjadi batu sandungan. Pertama, absennya sistem akuntabilitas dan mekanisme pengukuran mutu yang jelas. Hal ini dikhawatirkan akan menurunkan standar kualitas pendidikan secara umum.

“Kualitas tak bisa dikompromikan. Sekolah rakyat tetap harus punya standar mutu dan akuntabilitas yang terukur,” tegasnya.

Kedua, lanjut Atiq, potensi tumpang tindih dengan pendidikan formal. Tanpa integrasi kurikulum yang adaptif, menurutnya, program ini bisa menimbulkan kebingungan dalam sistem nasional.

Dan ketiga, kata guru besar UIN Madura ini, lemahnya kapasitas kepemimpinan di tingkat lapangan. Minimnya pelatihan dan penguatan kapasitas bagi para pengelola sekolah rakyat bisa menjadikan program ini rentan disalahgunakan, bahkan hanya menjadi proyek populis tanpa dampak jangka panjang.

“Atensi pada pelatihan kader dan penjaminan mutu di lapangan harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Untuk itu, Atiqullah merekomendasikan agar sekolah rakyat tidak berdiri sendiri, tapi diletakkan dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional yang menekankan terhadap integrasi, standarisasi, dan fleksibilitas, “guna merespons kebutuhan masyarakat akar rumput,“ pungkasnya.

Tags: Guru BesarpendidikanSekolah RakyatUIN Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version