• Terkini
  • Trending
  • Semua

Bea Cukai Sarankan Pengusaha Dalami Data terkait Tuntutan Tarif SKM III Khusus Madura

1 bulan lalu

Guru Honorer di Pamekasan Masih Dibayangi Ketidakpastian, Disdik Pastikan Pendataan Dapodik Sudah Tuntas

3 jam lalu

Gerakan Indonesia Asri di Pamekasan Diikuti Berbagai Instansi dan Pelajar

6 jam lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Ayah di Pamekasan Serahkan Anaknya Kecanduan Narkoba ke Polisi

24 jam lalu

27 Orang di Sampang Terlibat Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak

1 hari lalu

Enam Tahun Kasus Dugaan Penipuan Eks Pegawai BRI Pamekasan Masih Buram

1 hari lalu
Jurnalis Pamekasan Patungan Beli Air Bersih dan Tandon untuk Warga Kekeringan

338 Dusun se-Kabupaten Pamekasan Tahun 2026 Terdampak Kekeringan

1 hari lalu

Satlantas Polres Pamekasan dan Jasa Raharja Bagikan Coklat dan Suvenir Pada Pengendara

2 hari lalu

Tim Kementerian PU Survei Lahan Calon Sekolah Rakyat di Pamekasan

3 hari lalu

Pilkades Serentak di Pamekasan Berpotensi Digelar Akhir 2027

3 hari lalu

Kasus Suspek Campak di Pamekasan Turun Drastis, Dinkes: Mayoritas Pasien Belum Diimunisasi

4 hari lalu

Santri IBS PKMKK Dibekali Pendidikan Antiperundungan

4 hari lalu

Harga Telur Terjun Usai MBG Libur

1 minggu lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Juli 10, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Bea Cukai Sarankan Pengusaha Dalami Data terkait Tuntutan Tarif SKM III Khusus Madura

Bea Cukai Madura menegaskan usulan SKM Golongan 3 khusus Madura harus didukung data produksi dan kondisi riil industri hasil tembakau agar dapat diterima pemerintah pusat.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
4 Juni 2026
in Ekonomi
10 0
0

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Madura, Novian Dermawan bersama Haji Her saat musyawarah pengusaha rokok dan tembakau di Pringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Rabu (3/6/2026).

0
SHARES
103
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Madura, Novian Dermawan menegaskan bahwa usulan pembentukan Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan III khusus Madura harus disertai kajian yang realistis dan berbasis data agar dapat diterima pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Novian dalam rapat lanjutan koordinasi Forkopimda bersama pengusaha rokok terkait perkembangan upaya pemberlakuan cukai SKM Golongan III di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (3/6/2026).

Menurut Novian, Bea Cukai sejak awal mendukung pembahasan tersebut karena memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau sekaligus memperkuat industri hasil tembakau lokal.

“Komitmen awal kami memang demi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Madura. Kalau pabrik meningkat dan harga jual tembakau tinggi, insya Allah kesejahteraan petani juga meningkat. Itu konsep yang kami dukung,” kata Novian, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, konsep SKM Golongan III juga dipandang sebagai salah satu alternatif untuk menekan peredaran rokok ilegal yang hingga kini masih menjadi persoalan di berbagai daerah.

Namun demikian, Novian menegaskan bahwa setiap usulan yang akan dibawa ke pemerintah pusat harus didukung data valid mengenai kondisi riil industri rokok Madura, mulai dari harga bahan baku, biaya produksi hingga harga jual yang memungkinkan produk legal mampu bersaing di pasaran.

“Kalau mengusulkan tarif Rp 250 misalnya, harus ada data yang menjelaskan harga pokok produksinya. Harga tembakau berapa, bahan baku lainnya berapa, sehingga muncul angka yang realistis dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Menurut dia, tarif cukai yang sesuai akan membuat harga jual rokok legal berada di kisaran Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per bungkus, sehingga dapat bersaing dengan rokok ilegal yang selama ini beredar di masyarakat.

Novian juga menyebut aspirasi yang berkembang dalam sejumlah pertemuan sebelumnya mengarah pada pemberlakuan SKM Golongan III yang bersifat khusus untuk Madura.

Menurutnya, argumentasi mengenai kekhususan wilayah tersebut perlu diperkuat dengan kajian akademik dan data ekonomi yang menunjukkan karakteristik industri hasil tembakau di Madura berbeda dengan daerah lain.

“Kalau memang usulannya berlaku khusus di Madura karena asas keadilan, silakan saja. Yang penting alasan, data, dan faktanya kuat. Itu yang dibutuhkan ketika nanti dibahas di tingkat pusat,” katanya.

Ia menambahkan, Bea Cukai berperan sebagai mediator yang membantu menjembatani aspirasi daerah dengan pemerintah pusat.

Selain itu, rekomendasi yang dihasilkan juga dapat diperkuat melalui dukungan dari Kantor Wilayah Bea Cukai maupun lembaga terkait lainnya.

Sementara itu, Owner Perusahaan Rokok (PR) Cahaya Pro, Fathor Rosi, mengatakan gagasan SKM Golongan III muncul setelah pemerintah pusat mendorong peningkatan penerimaan negara dari sektor cukai.

Menurut dia, kebijakan tersebut dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha rokok skala kecil untuk bertransformasi ke industri legal sekaligus membantu upaya pemberantasan rokok ilegal.

“Kami para pengusaha sepakat tarif yang ideal berada di kisaran Rp 250 sampai Rp 300. Kalau Rp 400 masih cukup tinggi bagi industri kecil,” kata Rosi.

Ia mengungkapkan, informasi yang beredar saat ini menyebut pembahasan di tingkat pusat mengarah pada tarif sekitar Rp 550 untuk SKM Golongan 3.

Karena itu, menurut dia, pengusaha Madura perlu menyiapkan argumentasi yang kuat apabila ingin mengusulkan tarif lebih rendah.

“Kita harus menyampaikan kondisi riil dan kemampuan pengusaha Madura. Kalau usulan kita ditolak, setidaknya ada alternatif regulasi lain yang bisa meringankan beban industri rokok lokal,” ujarnya.

Rosi menilai profil industri hasil tembakau Madura yang didominasi usaha kecil dan menengah harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan.

“Kami hanya bisa mengusulkan dan mengingatkan pemerintah agar kebijakan yang lahir benar-benar memperhatikan kemampuan pengusaha lokal,” Pungkas dia.

Tags: Bea Cukai MaduraPamekasanPengusaha TembakauPita rokokRokok IlegalSKM golongan III
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version