PAMEKASAN, MADURANET – Ratusan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan, mengalami kerusakan. Kerusakannya beragam. Ada yang berat, sedang dan ringan.
Kerusakan ini disebabkan faktor usia dan belum pernah diperbaiki. Selain itu, faktor alam dan juga beberapa bahan bangunan yang sudah lapuk, sehingga mempengaruhi proses belajar mengajar di SD tersebut.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, sudah mengajukan permohonan perbaikan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), lewat revitalisasi Program Satuan Pendidikan (PSP).
Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto mengaku tidak tinggal diam dan sudah mengajukan permohonan ke pusat untuk perbaikan.
“Tahun sebelumnya dan tahun ini kami sudah mengusulkan ke kementerian. Alhamdulillah, usulan kami telah disetujui dan jumlahnya lebih banyak dari tahun sebelumnya. Hanya saja, tidak keseluruhan yang diusulkan langsung disetujui untuk mendapatkan revitalisasi, melainkan secara bertahap,” ujar Basri kepada Maduranet.com, Kamis (23/7/2026).
Menurut Basri, bagi SD yang sudah disetujui, progresnya saat ini sudah mulai dilakukan pengerjaan fisik. Sambil menunggu satuan pendidikan mana yang dapat progresnya. Rehab ini, ada pula yang disertai dengan penambahan ruang kelas baru (RKB).
Sebelum mengusulkan ke pusat, pihaknya melakukan survei ke lapangan terlebih. Setelah memperoleh data, kemudian diajukan dengan pertimbangan kondisi fisiknya bagaimana. Termasuk melengkapi persyaratan administrasi. Lalu menyertakan data pokok pendidikan (Dapodik), yakni sekolahnya dimana dan luasnya berapa.
Setelah diajukan, kemudian dari tim kementerian datang ke Pamekasan dan bersama Disdikbud Pamekasan cek lokasi kondisi SD yang diusulkan. Begitu disetujui untuk mendapatkan perbaikan, maka kepala sekolahnya dipanggil ke kementerian di Jakarta.













