PAMEKASAN, MADURANET — Bencana tanah longsor terjadi di Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (16/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, bahkan akses jalan poros kabupaten terputus sementara akibat tertutup material longsoran.
Longsor dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (15/1/2026) malam hingga dini hari. Kondisi tanah yang labil di kawasan perbukitan memperparah dampak bencana.
Kepala Desa Sana Daya, Uswatun Hasanah, mengatakan longsor terjadi di empat titik yang tersebar di beberapa dusun. Dampaknya, puluhan kepala keluarga terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
“Di Dusun Paseset Timur terdapat 10 rumah yang mengalami kerusakan dengan total 13 kepala keluarga terdampak. Sementara di Dusun Barat Gunung, satu rumah warga, dan satu musala rusak berat,” ujar Uswatun saat dikonfirmasi melalui via telpon, Sabtu (17/1/2026).
Selain itu di titik yang berbeda, Dusun Barat Gunung juga dilaporkan kerusakan satu musala dan satu dapur warga. Adapun di Dusun Laok Gunung, longsor menyebabkan jalan poros kabupaten yang menghubungkan Desa Sana Daya dengan Desa Sana Tengah terputus total.
”Dusun Barat Gunung ada dua titik lokasi longsor,” jawabnya.
Uswatun menjelaskan, wilayah Dusun Paseset Timur sebenarnya telah lama masuk dalam kategori rawan longsor dan pemerintah desa sudah mengimbau warga untuk pindah ke lokasi yang lebih aman.
“Namun karena keterbatasan ekonomi, warga mengaku tidak memiliki lahan lain untuk ditempati, sehingga terpaksa bertahan,” katanya.
Ia menuturkan, hujan deras mulai turun sekitar pukul 23.30 WIB dan berlangsung hingga dini hari. Sekitar pukul 03.30 WIB, warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor mendengar suara gemuruh.
“Setelah dicek, tanah sudah longsor dan menutup jalan kampung,” ucap Uswatun.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akhmad Dofir Rosidi, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material cukup signifikan akibat rusaknya rumah warga dan terputusnya akses jalan.
“Korban jiwa nihil. Setelah petugas melakukan pengecekan ke lapangan, ditemukan dampak longsor cukup luas di beberapa titik,” kata Dofir.
BPBD Pamekasan telah melakukan langkah penanganan awal, termasuk pembersihan material longsor yang menutup jalan serta asesmen kebutuhan warga terdampak.
“Kami mengimbau warga untuk sementara pindah ke lokasi yang lebih aman atau mengungsi, mengingat kondisi tanah masih labil dan potensi longsor susulan masih ada,” ujarnya.
Dofir menambahkan, BPBD siap menyiapkan tenda pengungsian apabila dibutuhkan. Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi di wilayah tersebut.













