• Terkini
  • Trending
  • Semua
Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

1 tahun lalu

QR Code BBM Ambulans Cahaya Umat Pamekasan Tercatat Dipakai, Pasien Sempat Tertahan di Perjalanan

23 jam lalu

Khofifah Ungkap Peran M Thabrani dalam Sejarah Lahirnya Bahasa Indonesia

24 jam lalu

Mayat di Perbukitan Plakpak Pamekasan Teridentifikasi sebagai Lansia yang Hilang 16 Hari

1 hari lalu

Cek Fakta: Salah, Anggaran Kacang Otok Prokopim Rp 543 Juta

2 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan Mengering di Perbukitan Plakpak Pegantenan

2 hari lalu

Kabar Gembira, Marbot dan Muazin Masjid di Pamekasan Berpeluang Dapat Jaminan Sosial

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Ajak Pemuda Berkreasi Melalui Kesenian dan Kebudayaan

2 hari lalu

Haji Her dan Ning Inayah Wahid Hadiri Stand Up Comedy Santri Berbicara di Pamekasan

3 hari lalu

594 Ibu Hamil di Pamekasan Alami Kekurangan Energi Kronis

3 hari lalu

Cek Fakta, Disporapar Pamekasan Tegaskan Anggaran Tisu Rp 2,41 Juta Setahun

3 hari lalu

Pembacaan Puisi Anak Yatim Iringi Pembukaan Traditional Pamekasan Culture

3 hari lalu

Dari Buruh Plafon ke Mimbar Doktor, Perjalanan Elman Duro Melawan Keterbatasan

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Oktober 29, 2026
34 °c
Pamekasan
29 ° Jum
29 ° Sab
29 ° Ming
29 ° Sen
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

Pemilik warung sudah berulang kali berusaha memperpanjang kontrak dengan PT KAI namun merasa dipersulit.

oleh Muchsin Rasyid
24 Oktober 2025
in Hukum, Peristiwa
26 1
0
Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir
0
SHARES
266
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Pemilik warung nasi Barokah, Syaiful Bahri, di Jl Raya Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, mendapatkan somasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar segera membongkar warung miliknya. Namun, ia melawan dengan memasang spanduk berisi penolakan.

Tindakan itu dilakukan Syaiful Bahri, warga Dusun Asem Manis II, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, karena kecewa pada PT Kereta Api (KA) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya di Kamal, Bangkalan, yang mempersulit dirinya ketika hendak memperpanjang kontrak lahan warung ukuran 6 x 5 meter yang ditempatinya.

Pada spanduk itu tertulis “Tolong Pak Polisi, warung ini diultimatum 3X akan dibongkar oleh PT KAI Kamal Daops 8 Surabaya karena memutus kontrak sepihak. Bila dibongkar perbuatan melanggar hukum.”

Banner itu, menarik perhatian warga dan pengendara bermotor yang melintas di jalan itu.

Syaiful, didampingi kuasanya, H Abd Gafur, Ketua DPD Rumah Juang Prabowo (Rampas) Pamekasan, mengatakan, ia bersedia membongkar sendiri warungnya, jika lahan ini digunakan untuk kepentingan PT KAI. Misalnya akan dibangun rel KA.

“Tanpa alasan yang jelas, warung saya disuruh pindah, tentu saya tidak mau. Karena selama ini, saya tidak pernah melanggar aturan perjanjian sewa,” ujar Syaiful, kepada Maduranet, Jumat (24/10/2025).

Menurut Saiful, sewa lahan sudah dilakukan sejak tahun 2004, dengan harga sewa Rp 1.200.000 juta per tahun, yang diperpanjang setiap lima tahun. Sebelum habis masa sewanya pada 31 Juli 2024, ia mendatangi PT KAI untuk memperpanjang sewa, namun dipersulit. Bahkan sampai bolak-balik enam kali ke PT KAI, tidak mendapat tanggapan.

Setelah DPD Rampas Pamekasan mengadu pada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengenai persoalan ini, pada 8 Oktober 2025, Komnas HAM bersurat pada PT KAI. Di antara isinya, meminta penjelasan dasar hukum dan pertimbangan PT KAI tidak memperpanjang kontrak di lokasi lama, serta menawarkan kontrak baru di lokasi berbeda pada dirinya. Penjelasannya itu diminta Komnas HAM paling lambat 30 hari sejak surat diterima.

Ternyata, pada 17 Oktober 2025, ia mendapat surat peringatan dari Manajer Komersialisasi Non Angkutan Madura, PT KAI Daop 8 Surabaya, Sugeng Cahyadi, agar mengosongkan dan membongkar warungnya paling lambat tujuh hari, sejak surat ini dibuat. Bila tidak, maka PT KAI akan melakukan penertiban. Dan PT KAI tidak bertanggung jawab atas kerusakan, kehilangan barang, termasuk risiko yang timbul dari penertiban itu.

“Bagaimanapun juga, saya tetap bertahan tidak akan pindah,” kata Syaiful.

Tags: PamekasanPT Kereta Api IndonesiaSomasiWarung Nasi
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Muchsin Rasyid

Muchsin Rasyid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version