• Terkini
  • Trending
  • Semua
Dugaan Korupsi Pengadaan Tandon BPBD Dilaporkan ke Kejari Pamekasan

Dugaan Korupsi Pengadaan Tandon BPBD Dilaporkan ke Kejari Pamekasan

6 tahun lalu

PMII Desak Penutupan Tambang Galian C Ilegal di Pamekasan

3 jam lalu

RSUD Smart Pamekasan Bangun Ruang Operasi Baru dan Tambah 10 Unit Hemodialisis

21 jam lalu

Investor Asal Yordania Tertarik Kembangkan Kerja Sama Pendidikan dan Wisata di IBS PKMKK Pamekasan

1 hari lalu

Guru di Pamekasan Boleh Libur tapi Wajib Piket Bergantian

2 hari lalu

Pemkab Pamekasan Kebut Penetapan 121 Kepala Sekolah Definitif

2 hari lalu

Demam Piala Dunia 2026 Menjalar ke Pesisir Pamekasan Madura

3 hari lalu

9 Kapus di Pamekasan Masih Berstatus Plt, Pemkab Targetkan Tahun Ini Definitif

3 hari lalu

Bupati Sidak RSUD Smart, Nilai Pelayanan Sudah Baik dan Minta Evaluasi Dilakukan Berkala

3 hari lalu

1.384 Jemaah Pamekasan Raih Predikat Haji Pemkab Ajak Mereka Jadi Teladan Masyarakat

4 hari lalu

DBHCHT Pamekasan Turun 50 Persen, BLT 2026 Hanya Cukup untuk Buruh Rokok

5 hari lalu

Guru ASN Tetap Masuk Meskipun Liburan

6 hari lalu

Setengah Ons Narkoba Jerat Tiga Tersangka di Pamekasan

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Juni 25, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Dugaan Korupsi Pengadaan Tandon BPBD Dilaporkan ke Kejari Pamekasan

Ada mark up anggaran dan bancakan anggaran untuk 12 CV

oleh Hasbi Amrullah
3 November 2020
in Hukum, Peristiwa
51 0
0
Dugaan Korupsi Pengadaan Tandon BPBD Dilaporkan ke Kejari Pamekasan
0
SHARES
514
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Akmalul Firdaus, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Pamekasan, atas dugaan korupsi pengadaan tandon dan penyanggahnya. Laporan itu disampaikan Umar Faruq, Ketua Forum Kajian Mahasiswa dan Pemuda Pamekasan (FKMPP), Selasa (3/11/2020).

Selain Akmalul Firdaus, Umar juga melaporkan pihak ketiga yang mengerjakan pengadaan proyek tandon tersebut. Ada 12 CV yang turut dilaporkan. CV tersebut masing-masing CV. TITILAS, CV. GI EMPAT JAYA, CV. SAMARAS CAHAYA INDAH, CV. WA TAUBAT, CV. 313, CV. ANTIKA RAYA, CV TIRTA MULYA, CV. LINTAS UTRA, CV. ARTHA MEDIA PERSADA, CV. SAYYA TANI MAKMUR, CV. DUA PUTERI, CV. TIGA PILAR BERSAUDARA.

Umar kepada Maduranet usai pelaporan menjelaskan, ada beberapa temuan terkait anggaran pengadaan tandon kecil dengan Pagu Rp. 4,509,500,000 (Empat milyar lima ratus sembilan juta lima ratus ribu rupiah). Anggaran tersebut dibelanjakan untuk 1.555 unit tandon dan penyanggahnya. Anggaran tersebut terealisasi Rp.4,437,000,000 untuk 1.530 unit tandon.

Menurut Umar, temuan itu berupa adanya mark up anggaran dengan harga per-Unit Rp. 2.900,000. Padahal, harga pasaran tidak sebesar harga tersebut. Bahkan separuh lebih murah daripada anggaran yang sudah dibelanjakan.

“Nampak sekali modus korupsinya. Makanya kami laporkan ke Kejari agar praktiknya diungkap dan diproses hukum,” ujar Umar.

Anggaran tersebut juga dijadikan bancakan oleh BPBD Pamekasan dengan cara memecah pengadaan barang untuk menghindari adanya pelelangan.

Selain itu, perencanaan program tersebut asal-asalan. Faktanya, banyak tandon yang tidak berfungsi dan bermanfaat. Masjid-masjid yang menerima hibah, banyak tidak memanfaatkannya. Di samping orang yang datang ke masjid sudah dalam keadaan bersih, di masjid juga sudah ada tandon dan kran yang dipasang mandiri oleh takmir.

“Nyata sekali jika program tandon ini main-main dan asas manfaatnya minim,” ungkap mantan aktivis PMII Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan ini.

Dalam laporan tersebut, umar membawa sejumlah dokumen yang bisa dijadikan bahan permulaan bagi Kejari Pamekasan untuk memulai melakukan penyelidikan.

“Saya berharap penyelidikan oleh Kejari bisa langsung dilakukan. Proses hukum ini akan terus kami seriusi agar uang negara tidak digunakan sewenang-wenang oleh pejabat pemerintah,” tandasnya.

Tags: Akmalul FirdausBPBDCovid-19Kejari PamekasankorupsiPamekasanPamekasan HebatTandon
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version