• Terkini
  • Trending
  • Semua
Dugaan Korupsi Pengadaan Tandon BPBD Dilaporkan ke Kejari Pamekasan

Dugaan Korupsi Pengadaan Tandon BPBD Dilaporkan ke Kejari Pamekasan

6 tahun lalu

Alami Gangguan Jiwa Ibu Kandung Habisi Nyawa Anaknya

20 jam lalu

Bupati Pamekasan Mengajak Isi Kemerdekaan dengan Persatuan dalam Pembangunan

1 hari lalu
Setengah Merdeka

Setengah Merdeka

1 hari lalu

Inilah Daftar Harga Tembakau di Gudang Haji Her di Hari Pertama Buka

2 hari lalu
Teknologi di IBS PKMKK Berhasil Dorong Nalar Kritis Santri

Membuat Web Kebangsaan Jadi Cara Santri di Pamekasan Rayakan HUT ke-81 RI

2 hari lalu

Kukuhkan Paskibraka Pamekasan, Bupati Ingatkan Ancaman Lunturnya Nasionalisme

3 hari lalu

Bupati Pamekasan Kunjungi Warga Perbaiki Jalan Swadaya di Proppo

3 hari lalu
Pedagang Rela Antri  4 Hari Demi Jual Tembakau ke Bawang Mas

Pedagang Rela Antri  4 Hari Demi Jual Tembakau ke Bawang Mas

3 hari lalu

Warga Lawangan Daya Isap Sabu di Rumah Kosong

3 hari lalu

Berstatus Saksi Direktur CV Dzarrin Dipulangkan Usai Diperiksa Polres Pamekasan

4 hari lalu

Ketua DPRD dan Bupati Pamekasan Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

4 hari lalu

Dua Kampung Nelayan Merah Putih di Pamekasan Mulai Dibangun

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Agustus 18, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Dugaan Korupsi Pengadaan Tandon BPBD Dilaporkan ke Kejari Pamekasan

Ada mark up anggaran dan bancakan anggaran untuk 12 CV

oleh Hasbi Amrullah
3 November 2020
in Hukum, Peristiwa
51 0
0
Dugaan Korupsi Pengadaan Tandon BPBD Dilaporkan ke Kejari Pamekasan
0
SHARES
514
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Akmalul Firdaus, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Pamekasan, atas dugaan korupsi pengadaan tandon dan penyanggahnya. Laporan itu disampaikan Umar Faruq, Ketua Forum Kajian Mahasiswa dan Pemuda Pamekasan (FKMPP), Selasa (3/11/2020).

Selain Akmalul Firdaus, Umar juga melaporkan pihak ketiga yang mengerjakan pengadaan proyek tandon tersebut. Ada 12 CV yang turut dilaporkan. CV tersebut masing-masing CV. TITILAS, CV. GI EMPAT JAYA, CV. SAMARAS CAHAYA INDAH, CV. WA TAUBAT, CV. 313, CV. ANTIKA RAYA, CV TIRTA MULYA, CV. LINTAS UTRA, CV. ARTHA MEDIA PERSADA, CV. SAYYA TANI MAKMUR, CV. DUA PUTERI, CV. TIGA PILAR BERSAUDARA.

Umar kepada Maduranet usai pelaporan menjelaskan, ada beberapa temuan terkait anggaran pengadaan tandon kecil dengan Pagu Rp. 4,509,500,000 (Empat milyar lima ratus sembilan juta lima ratus ribu rupiah). Anggaran tersebut dibelanjakan untuk 1.555 unit tandon dan penyanggahnya. Anggaran tersebut terealisasi Rp.4,437,000,000 untuk 1.530 unit tandon.

Menurut Umar, temuan itu berupa adanya mark up anggaran dengan harga per-Unit Rp. 2.900,000. Padahal, harga pasaran tidak sebesar harga tersebut. Bahkan separuh lebih murah daripada anggaran yang sudah dibelanjakan.

“Nampak sekali modus korupsinya. Makanya kami laporkan ke Kejari agar praktiknya diungkap dan diproses hukum,” ujar Umar.

Anggaran tersebut juga dijadikan bancakan oleh BPBD Pamekasan dengan cara memecah pengadaan barang untuk menghindari adanya pelelangan.

Selain itu, perencanaan program tersebut asal-asalan. Faktanya, banyak tandon yang tidak berfungsi dan bermanfaat. Masjid-masjid yang menerima hibah, banyak tidak memanfaatkannya. Di samping orang yang datang ke masjid sudah dalam keadaan bersih, di masjid juga sudah ada tandon dan kran yang dipasang mandiri oleh takmir.

“Nyata sekali jika program tandon ini main-main dan asas manfaatnya minim,” ungkap mantan aktivis PMII Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan ini.

Dalam laporan tersebut, umar membawa sejumlah dokumen yang bisa dijadikan bahan permulaan bagi Kejari Pamekasan untuk memulai melakukan penyelidikan.

“Saya berharap penyelidikan oleh Kejari bisa langsung dilakukan. Proses hukum ini akan terus kami seriusi agar uang negara tidak digunakan sewenang-wenang oleh pejabat pemerintah,” tandasnya.

Tags: Akmalul FirdausBPBDCovid-19Kejari PamekasankorupsiPamekasanPamekasan HebatTandon
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version