PAMEKASAN, MADURANET – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Bupati Pamekasan Kholilurrahman di Pringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Senin (13/4/2026).
Pertemuan tersebut membahas kebutuhan sarana dan prasarana olahraga, terutama untuk mendukung persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Ketua KONI Pamekasan Faruk Ali mengatakan, sejumlah fasilitas olahraga telah direncanakan perbaikannya oleh pemerintah daerah, termasuk pengembangan sport center di kawasan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.
Menurut dia, beberapa pekerjaan infrastruktur seperti perbaikan saluran dan tempat pembuangan sampah (TPS) di sekitar stadion telah rampung pada 2025.
Selain itu, tambahnya, pembangunan lapangan mini soccer disebut telah mencapai sekitar 60 persen, termasuk proses pembebasan lahan.
“Kami membutuhkan dukungan fasilitas untuk persiapan Porprov, terutama perbaikan gedung olahraga (GOR),” ujar Faruk.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kholilurrahman menegaskan bahwa pengajuan anggaran harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta mempertimbangkan skala prioritas.
Ia meminta KONI untuk mengajukan proposal baru agar dapat dibahas dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang direncanakan pada Mei mendatang.
“Silakan ajukan kembali, nanti kita bahas di perubahan anggaran. Semua harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” kata dia.
Kholilurrahman juga menyinggung adanya pengawasan ketat, termasuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhadap penggunaan anggaran, sehingga setiap program harus memiliki output yang jelas.
Menurut dia, pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung sektor olahraga, namun harus selektif dalam menentukan prioritas program.
“Tidak semua kegiatan bisa dibiayai. Yang diutamakan adalah program yang benar-benar penting dan berdampak,” ujarnya.
Terkait fasilitas GOR, ia menyebut perbaikan akan dilakukan jika ditemukan kerusakan. Namun, rendahnya tingkat pemanfaatan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengalokasian anggaran.
“Pemanfaatannya masih minim, jadi ini juga menjadi bahan evaluasi,” kata Kholilurrahman.
Ia memastikan, usulan perbaikan fasilitas olahraga akan tetap dipertimbangkan dengan mengacu pada urgensi dan kemampuan APBD.













