• Terkini
  • Trending
  • Semua
Ketika Pesantren Menguji, Akademia Menantang, dan Ekologi Memanggil:  Sebuah Perjalanan Tak Biasa Menuju Guru Besar

Ketika Pesantren Menguji, Akademia Menantang, dan Ekologi Memanggil: Sebuah Perjalanan Tak Biasa Menuju Guru Besar

5 bulan lalu

BPS Pamekasan Imbau Warga Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026

2 jam lalu

Menyamar Pembeli Wanita Berparas Ayu Embat Gelang Emas di Toko Perhiasan Jakarta Pamekasan

8 jam lalu

Nelayan Pamekasan Merasa Diperas Rp 30 Juta dengan Tudingan Merusak Terumbu Karang di Sumenep

23 jam lalu

30 Koperasi Desa di Pamekasan Dapat Mobil Pickup dari PT Agrinas

1 hari lalu

Saat Keberangkatan Haji Arek Lancor Streril dari Kendaraan Pengantar Jemaah Haji

1 hari lalu

Calon Haji Lansia dan Disabilitas Pamekasan Dapat Pelayanan Khusus

1 hari lalu

Polres Pamekasan Tangkap Dua Pengedar Narkoba di Proppo

2 hari lalu

BPS Pamekasan Buka Kesempatan Kerja untuk 1.109 Petugas Sensus Ekonomi

2 hari lalu

Satpol PP Pamekasan Tertibkan 300 Reklame Bermasalah

2 hari lalu

Modus Kulakan Solar untuk Ditimbun Polres Pamekasan Ciduk Pria asal Pasean

3 hari lalu

Teknologi di IBS PKMKK Berhasil Dorong Nalar Kritis Santri

3 hari lalu

Sejumlah Kecamatan di Pamekasan Masuk Zona Rawan Kebakaran saat El Nino

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, Mei 9, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Daras

Ketika Pesantren Menguji, Akademia Menantang, dan Ekologi Memanggil: Sebuah Perjalanan Tak Biasa Menuju Guru Besar

Penulis pernah berada di titik dimana ingin meninggalkan jabatannya dan statusnya sebagai ASN di UIN Madura, namun terhalang desakan dari ibunya.

oleh Taufiqur Rahman
12 Desember 2025
in Daras
10 1
0
Ketika Pesantren Menguji, Akademia Menantang, dan Ekologi Memanggil:  Sebuah Perjalanan Tak Biasa Menuju Guru Besar
0
SHARES
106
VIEWS

MADRUANET – Perjalanan intelektual penulis sebagai akademisi mencerminkan transformasi panjang yang dibangun melalui komitmen etis, dedikasi kelembagaan tanpa pamrih, serta konsistensi dalam melahirkan gagasan-gagasan orisinal mengenai pendidikan Islam, maqāṣid, dan ekologi. Jalur yang ditempuh bukanlah lintasan yang dirancang untuk mengejar prestise akademik, tetapi merupakan akumulasi dari pengalaman reflektif, pengabdian ilmiah, dan integritas personal yang pada akhirnya mengantarkan penulis pada pencapaian tertinggi jabatan fungsional dosen yakni Guru Besar dalam bidang Sosiologi Pendidikan Islam, sebuah capaian yang bahkan tidakpernah dibayangkan penulis sebelumnya.

Fase paling krusial dalam perjalanan tersebut muncul setelah penulis menyelesaikan studi doktoralnya pada tahun 2019. Pada masa itu, ia mengemban amanah sebagai Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah. Rutinitas administratif dan tuntutan struktural yang berulang memunculkan kejenuhan akademik yang cukup mendalam, hingga penulis serius berkeinginan mengajukan pengunduran diri dari status PNS, sebuah keputusan yang secara otomatis berarti meninggalkan jabatan yang tengah diemban. Dalam pertimbangannya, penulis berharap dapat mengalihkan fokus untuk membesarkan lembaga yang telah dirintis, yaitu IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning.

Namun, keinginan tersebut tidak mendapat restu ibu. Hingga tiga kali mengutarakan intensi yang sama, ibu tetap bersikukuh menolak, meski alasan yang ia ajukan selalu rasional dan berlapis. Penolakan ini kelak menjadi penanda penting arah pengabdian ilmiah.

Salah satu tonggak akademik signifikan dalam perjalanan menuju gelar Profesor adalah publikasi dua artikel bereputasi internasional yang dipersyaratkan dalam proses pengusulan Guru Besar. Artikel pertama berjudul “The Demise of Sufi Values in Islamic Educational Institution: Bullying in Madurese Pesantrens”, diterbitkan dalam Ulumuna Journal of Islamic Studies (UIN Mataram), jurnal internasional bereputasi dengan indeks Scopus Q1. Artikel ini mengangkat fenomena perundungan santri sebagai indikator meredupnya nilai-nilai sufistik dalam tradisi pesantren, sebuah pembacaan kritis terhadap degradasi spiritualitas yang berdampak pada hilangnya barakah ilmu.

Artikel kedua berjudul “Transformation beyond Transgression: Resistance-based System Improvement in Kitab Kuning Reading Acceleration Program”, terbit di Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam (Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto), juga jurnal internasional bereputasi dengan indeks Scopus Q1. Dalam artikel ini, penulis menafsirkan praktik perundungan santri dalam kerangka positif sebagai bentuk resistance-based improvement, sebuah mekanisme internal pesantren dalam memperbaiki sistem, tata kelola, dan manajemen pembelajaran kitab kuning.

Kedua artikel tersebut menjadi bukti kematangan intelektual sekaligus kekhasan perspektif sosiologis yang ia bangun, dengan memadukan etika sufistik, kultur pesantren, dan dinamika sosial kontemporer.

Langkah strategis berikutnya dalam karier akademiknya ditandai dengan penelitian jangka panjang yang telah disetujui untuk didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Agama RI. Penelitian selama tiga tahun (2025–2027) ini berjudul “Model Integrasi Pendidikan Ekoteologi Pesantren Berbasis Konservasi Sumber Daya Lokal dan Ekonomi Sirkular.” Agenda riset tersebut menegaskan orientasi akademiknya pada isu-isu keberlanjutan, ekoteologi, dan peran pesantren dalam membangun ekosistem pendidikan yang ramah lingkungan dan berbasis nilai-nilai maqāṣid pedagogis maupun ekologis.

Dengan demikian, perjalanan ini menjadi paradigma bagi penulis tentang bagaimana pergulatan batin, kesetiaan pada nilai, dan dedikasi ilmiah dapat membentuk seorang akademisi menjadi figur yang bukan hanya produktif, tetapi juga visioner, menghubungkan tradisi pesantren dengan wacana global tentang ekologi, etika, dan pendidikan Islam berkelanjutan.

Tags: AkademikGuru BesarIBS PKMKKJurnal UlumunaScopusUIN Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Taufiqur Rahman

Taufiqur Rahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version