PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pamekasan, membuka pelayanan administrasi kependudukan pada malam hari, untuk menjangkau warga yang tidak bisa mengurus dokumen pada jam kerja.
Inovasi tersebut kini menjadi salah satu layanan yang mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan didorong menjadi rujukan bagi daerah lain se-Indonesia.
Kepala Disdukcapil Pamekasan Agus Budi Santoso mengatakan, pemerintah daerah memang didorong untuk terus membuat inovasi, dalam pelayanan administrasi kependudukan. Salah satunya, melalui layanan malam yang memberikan kesempatan kepada masyarakat, mengurus dokumen kependudukan di luar jam kerja.
”Layanan ini kemarin di apresiasi dan dijadikan rujukan oleh oleh daerah lain. Program ini juga satu satunya di Indonesia,” lapar Agus.
Menurut Agus, gagasan pelayanan malam bermula dari keluhan pekerja formal, yang kesulitan mengurus administrasi kependudukan karena harus bekerja sejak pagi hingga sore.
”Kalau pelayanan malam itu awalnya kami menerima keluh kesah dari pekerja formal, terutama dari bank. Mereka menyampaikan, ‘Pak, kami ini kerja dari pagi sampai sore, sehingga kalau kami butuh administrasi kependudukan, kami enggak bisa ngurus.’ Nah, dari situ kami coba buka untuk memberikan pelayanan malam itu,” kata Agus.
Layanan pada malam hari ini,sebenarnya pernah dilakukan di Pamekasan, saat kepimpinan kadis sebelumnya. Namun, cakupannya masih terbatas, terutama untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Agus kemudian mengembangkan layanan tersebut, setelah menjabat sebagai Kepala Disdukcapil Pamekasan. Tidak hanya aktivasi IKD, pelayanan malam kini diarahkan untuk mencakup berbagai kebutuhan administrasi kependudukan.
Pengembangan layanan itu, juga memanfaatkan fasilitas dan peralatan yang sebelumnya merupakan bantuan pemerintah. Agus mengatakan, pihaknya tidak ingin fasilitas tersebut tidak berfungsi, setelah pemerintah daerah mendapatkan dukungan melalui bantuan pemerintah pusat dan provinsi.
”Daripada enggak berfungsi, saya fungsikan lagi,” ujarnya.
Selain pelayanan malam, Disdukcapil Pamekasan juga mengembangkan layanan drive thru. Menurut Agus, layanan tersebut tergolong terbatas di wilayah Jawa Timur.
”Drive thru, itu di Madura hanya satu. Di Jawa Timur hanya dua, di Pamekasan dengan di Banyuwangi,” kata Agus.
Agus menegaskan, pengembangan berbagai inovasi tersebut tidak terlepas dari dorongan, agar pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah diakses masyarakat.
”Salah satu yang menjadi perhatian kami, adalah menciptakan layanan yang menyesuaikan kebutuhan warga, termasuk mereka yang tidak dapat meninggalkan pekerjaan pada siang hari,” pungkasnya.













