PAMEKASAN, MADURANET – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Saiful Hadi, melantik dua pejabat di Ruang Rapat Gedung Rektorat Lantai II, Kamis (10/9/2026). Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi kedua pejabat untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi Pengembangan Kampus UIN Madura.
Dua pejabat yang dilantik yakni Ismatul Izzah, sebagai Kepala Bagian Akademik dan Umum, dimana sebelumnya menjabat Kepala Subbagian Akademik, serta Nurhasanah, sebagai pejabat fungsional Pranata Keuangan APBN.
Dalam sambutannya, Saiful Hadi menegaskan pergantian, promosi, maupun rotasi jabatan merupakan bagian yang wajar dalam sebuah organisasi. Setiap pejabat, kata dia, memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan secara profesional.
“Promosi, rotasi, mutasi dalam berbagai level yang akan kita lakukan bersama adalah sesuatu yang lazim, suatu sunnatullah, di mana setiap peran yang diemban ini ada batasan normatifnya,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan UIN Madura tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Seluruh unsur kampus harus mampu bekerja sama, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi sesuai tugas masing-masing.
Saiful Hadi juga mengingatkan, bahwa UIN Madura kini telah berstatus sebagai perguruan tinggi dengan akreditasi unggul. Capaian tersebut, perlu diikuti dengan dedikasi dan prestasi seluruh pejabat serta sivitas akademika.
“Kita berusaha bersama untuk bisa memberikan dampak-dampak yang positif kepada mahasiswa dan masyarakat, khususnya pada layanan mutu yang kita berikan,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan UIN Madura juga berkaitan dengan upaya menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Sebagai Kampus Taneyan Lanjhang, UIN Madura dinilai memiliki peran untuk mengembangkan ilmu pengetahuan Islam yang integratif sekaligus tetap berpijak pada budaya dan kehidupan masyarakat Madura.
Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pelantikan, termasuk jajaran kepegawaian yang telah menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi.
Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam pengembangan kelembagaan UIN Madura.
“Saya atas nama pimpinan sepenuhnya mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dan masih banyak hal yang harus kita perbaiki bersama. Ini adalah bagian penting dari ikhtiar kita untuk terus membangun kelembagaan,” pungkasnya.













