• Terkini
  • Trending
  • Semua
Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

5 bulan lalu

AJP Salurkan Air Bersih, 11 Kecamatan di Pamekasan Jadi Sasaran

17 jam lalu

ASKAB PSAI Pamekasan Resmi Dilantik, Buka Ruang Prestasi Atlet Disabilitas

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Apresiasi Gotong Royong Perbaikan Jalan Desa Mangar Sepanjang 3,5 Kilometer

2 hari lalu

12 Santri Padepokan Kiyai Mudrikah Jajal Baca Kitab Kuning dan Tajwid

2 hari lalu

Antrean BBM di Sejumlah SPBU Pamekasan Karena Konsumen Panik

3 hari lalu

Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM karena Ulah Konsumen Sendiri

3 hari lalu

Warga Blumbungan Keluhkan Bau Menyengat dari Gudang Tembakau

3 hari lalu

Kehabisan Kuota Pertalite dan Solar di Pamekasan Picu Antrean di SPBU

4 hari lalu

PMII Soroti 17 Anggota DPRD Pamekasan Bolos dalam Paripurna

4 hari lalu

Serapan Tembakau di Pamekasan Sudah Mencapai 15.000 Ton

4 hari lalu

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Terus Meningkat

4 hari lalu

Kelangkaan BBM Bikin Pelayanan Publik Terganggu Pendapatan Warga Anjlok

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, September 7, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

Melalui kebudayaan bisa terjalin komunikasi yang baik antar elemen masyarakat

oleh Joni Pranata
18 April 2026
in Budaya
10 1
0
Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat
0
SHARES
106
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Puluhan kepala desa di Kabupaten Pamekasan, bersama beberapa ulamq, pengusaha, hadir dalam pagelaran Macapat dan Tarian Saman di monumen Arek Lancor, Jumat (17/4). Kegiatan tersebut digagas kiai muda, Lora Abbas Muhammad Rofi’i.

Lora Abbas menjelaskan, acara tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi. Kegiatan itu merupakan hasil musyawarah bersama sejumlah pihak, termasuk pengusaha tembakau dan para kepala desa.

Menurutnya, pertemuan dalam suasana nonformal dapat memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama.

“Kalau mereka sering bertemu dalam suasana seperti ini, komunikasi akan lebih cair. Dari situlah kolaborasi bisa terbangun,” ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut telah direncanakan sebelumnya bersama perwakilan kades, pengusaha, dan Panji Hitam. Meski penentuan waktu dilakukan secara mendadak, acara tetap berjalan lancar.

“Ini adalah acara kita bersama. Meski waktunya ditentukan mendadak, alhamdulillah berjalan lancar. Kita berkumpul dan berpisah karena Allah, tidak membahas politik atau kepentingan apapun,” tegasnya.

Pendekatan budaya dipilih karena dinilai lebih membumi sekaligus sebagai upaya menjaga tradisi agar tetap lestari.

“Budaya ini milik kita bersama. Harapannya bisa menjadi pengikat kebersamaan untuk membangun Pamekasan,” tuturnya.

Ketua panitia Farid Afandi menyampaikan, kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi lintas elemen sekaligus mendorong perbaikan Pamekasan ke depan.

Selain itu, pihaknya ingin menghidupkan kembali budaya lokal seperti Macapat Samman yang mulai jarang ditampilkan.

“Kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali budaya yang mulai jarang ditampilkan,” ujarnya.

Farid berharap kegiatan ini bisa digelar rutin setiap dua bulan secara bergiliran di setiap kecamatan.

Perwakilan kepala desa, Pahrianto, menilai kekompakan menjadi kunci dalam menghadapi persoalan di tingkat desa.

“Kalau kades kompak, saya yakin semua bisa dilewati,” katanya.

Dia juga menyinggung makna simbolik busana sakera merah putih yang dikenakan sebagai lambang keberanian dan keikhlasan untuk memperkuat soliditas.

Sementara itu, pengusaha tembakau Khairul Umam atau Haji Her menekankan pentingnya sinergi antara pengusaha, ulama, dan kepala desa dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.

“Kami hanya berpesan, jangan ada pertengkaran. Kalau semua rukun, pembangunan akan lebih mudah,” tegasnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan pembacaan salawat nariyah oleh Ketua PCNU Pamekasan KH Muchlis Nasir, dilanjutkan doa oleh KH Abdul Majid Muddatstsir.

Tags: Arek LancorBudayaKadesKalebunKiaiMacapatMacopatPamekasanPengusahaSamanSammanTembakau
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Joni Pranata

Joni Pranata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version