• Terkini
  • Trending
  • Semua
Harga Garam Naik 400 Ribu Tapi Petani Rugi

Petani Garam Minta HPP Garam Rp 1.700 Per Kilo

5 bulan lalu

Dua Guru MTs Kyai Mudrikah Pamekasan Raih Juara Kompetisi Inovasi Pembelajaran

5 jam lalu

Pamekasan Finalisasi Perencanaan Program LSDP, Siapkan Penanganan Sampah dari Hulu

8 jam lalu

Tegangan Listrik Tak Stabil, Warga Pamekasan Keluhkan AC hingga Kulkas Rusak

11 jam lalu

Polres Pamekasan Larang Pengisian BBM Subsidi Pakai Jerigen dengan Barcode Kendaraan

14 jam lalu

UHC Prioritas Pamekasan Sasar Warga Desil 1-7

16 jam lalu

Pamekasan Bentuk Tim Akselerasi PAD, Bidik Optimalisasi Pajak dan Retribusi

2 hari lalu

Pemkab Sisihkan APBD Demi Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Semua

2 hari lalu

Oréng Seppo Paḍâbuna, Oréng Ngodâ Panḍâbâna, Ketika Guru Kehilangan Kebijaksanaan dan Murid Kehilangan Kepercayaan Diri

2 hari lalu

Masyarakat Apresiasi Bupati Pamekasan, Malam Kemilau Madura Dinilai Hidupkan Budaya Lokal

3 hari lalu

Libatkan 84 Orang Binaan, Dinkes Pamekasan Gelar Festival Kesehatan Mental

3 hari lalu
Musik Daul Semut Ireng Tercatat Sebagai Pemegang Sertifikat HAKI Komunal

Musik Daul Semut Ireng Tercatat Sebagai Pemegang Sertifikat HAKI Komunal

3 hari lalu

Upacara Hari Jadi Pamekasan ke-496 Digelar dengan Berbahasa Madura

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, November 7, 2026
28 °c
Pamekasan
30 ° Sab
30 ° Ming
29 ° Sen
29 ° Sel
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Petani Garam Minta HPP Garam Rp 1.700 Per Kilo

Saat ini kebutuhan pokok mengalami peningkatan signifikan sehingga harga pokok garam rakyat juga diharapkan ada kenaikan harga juga

oleh Muchsin Rasyid
10 Juni 2026
in Ekonomi
10 0
0
Harga Garam Naik 400 Ribu Tapi Petani Rugi
0
SHARES
102
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Memasuki musim garam tahun ini, sejumlah petani garam di di Pamekasan, meminta pemerintah membuat regulasi harga pokok pembelian (HPP), garam. Ini untuk melindungi adanya permainan harga yang merugikan petani garam.

Menurut kalangan petani garam, sebelum pemerintah menetapkan HPP garam, maka lebih dulu pemerintah harus menetapkan garam sebagai barang pokok penting. Alasannya, agar pemerintah mempunyai landasan untuk mentapkan HPP garam. Dan selama garam tidak dimasukkan dalam bahan kebutuhan pokok penting, maka pemerintah tidak bisa mentukan HPP.

“Saat ini, harga kebutuhan pokok masyarakat sudah naik. Karena itu permintaan kami supaya pemerintah menetapkan HPP garam antara Rp 1.500 – Rp 1.700 per kg ini sudah sesuai dan petani mendapatkan keuntungan,” kata Ahmad Bahri, salah seorang petani garam, di Kecamatan Galis, Pamekasan, kepada Maduranet.com, Selasa (9/6/2026).

Ahmad Bahri mengungkapkan, beberapa waktu lalu, Dinas Perikanan Pamekasan, menyatakan dari hasil analisa usaha dan berdasarkan perhitungan teknis, yang layak HPP garam Rp 1.250 per kg. Namun bagi petani, patokan kisaran harga ini, belum berpihak pada petani karena masih di Break Even Point (BEP). Yakni BEP ini merupakan titik penjualan produk sama dengan total biaya yang dikeluarkan petani untuk produksi. Jika harga berada di bawah BEP, maka petani mengalami kerugian.

Dijelaskan, untuk garam, dari persiapan produksi hingga masa panen, membutuhkan waktu sekitar 4 bulan dan digunakan buat kebutuhan hidupnya selama setahun. Jadi untuk harga garam kisaran Rp 1.500 – Rp 1.700 per kg, sudah di atas BEP.

“Nah, bilamana pemerintah sekarang ini berperan untuk menetapkan HPP garam, maka perusahaan tidak akan berani membeli garam rakyat di bawah HPP. Sehingga regulasi ini bisa melindungi petani garam dari permainan harga yang mematok harga seenaknya sendiri, tanpa memperhatikan nasib petani,” papar Ahmad Bahri.

Sementara Mohammad Subairi, petani garam, Kecamatan Galis menambahkan, belakangan ini muncul adanya wacana dari beberapa pihak, jika dalam jual beli garam, perusahaan tidak langsung ke petani, melainkan diusulkan lewat satu pintu dengan tujuan untuk mengontrol harga garam. Namun aturan seperti banyak petani garam tidak setuju. Karena sistem jual beli garam satu pintu sudah mengarah ke monopoli. Dan bila monopoli, maka rentan permainan.

Tags: Bahan pokokGaramHPPMaduraPamekasanPetanitambak garam
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Muchsin Rasyid

Muchsin Rasyid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Go to mobile version