• Terkini
  • Trending
  • Semua

7,6 Miliar Dana Permodalan UMKM di Pamekasan Mengendap

5 jam lalu

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Sebut IBS PKMKK Layak Jadi Inspirasi Pendidikan Pesantren

21 jam lalu

Bupati Pamekasan Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Pedoman Hidup

1 hari lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

3 hari lalu

Kompak bersama DPRD Predikat WTP ke-12 Dipertahankan Pemkab Pamekasan

3 hari lalu

Pemkab Pamekasan Bantu 250 Drum Aspal untuk Jalan Swadaya

4 hari lalu

Empat Lokasi Masuk Kandidat Lahan Sekolah Rakyat Pamekasan

4 hari lalu

Bupati Desak Disdikbud Pamekasan Gerak Cepat

5 hari lalu

BLT DBHCHT 2026 Pamekasan Hanya untuk Buruh Pabrik Rokok

6 hari lalu

Polres Pamekasan Jaring 16 Motor Modifikasi Drag di Malam Takbiran 

6 hari lalu

MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning Resmi Berdiri, Usung Konsep Madrasah Ramah Anak 

7 hari lalu

Tergiur Umrah Murah Rp 18,5 Juta, Belasan Calon Jemaah di Pamekasan Gagal Berangkat 

7 hari lalu

Pengusaha Rokok Madura Tolak SKM Layer 3 Berlaku Nasional, Bupati Siapkan Tim Perumus ke Jakarta

7 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Juni 2, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

7,6 Miliar Dana Permodalan UMKM di Pamekasan Mengendap

Pemkab Pamekasan terus memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sejumlah program kredit berbunga rendah hingga tanpa agunan.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
2 Juni 2026
in Ekonomi
9 1
0

Potret salah satu lokasi usaha mikro Kabupaten Pamekasan di sekitar monumen Arek Lancor.

0
SHARES
101
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM Naker) terus mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai skema bantuan permodalan.

Meski demikian, hingga pertengahan 2026, masih terdapat sekitar Rp 7,6 miliar dana permodalan yang belum terserap oleh pelaku usaha di Kabupaten Pamekasan.

Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengatakan, pemerintah daerah saat ini menjalankan dua program utama pembiayaan UMKM, yakni skema Modal Usaha Daerah (MODAH) dan Wirausaha Baru (WUB).

“Dua program ini masih terus berjalan dan terbuka bagi masyarakat yang memiliki usaha maupun yang ingin mengembangkan usahanya,” kata Achmad Sjaifuddin, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Diskop UKM Naker Pamekasan, program MODAH memiliki pagu dana sebesar Rp 9 miliar yang disalurkan melalui mekanisme channeling bersama Bank Jatim.

“Dari total dana tersebut, hingga saat ini telah tersalurkan sebesar Rp 6.037.699.200 kepada pelaku UMKM. Artinya, masih tersedia dana sekitar Rp 2.962.300.800 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pengembangan usaha,” ucapnya.

Sementara itu, lanjut dia, pada program Wirausaha Baru (WUB), pemerintah menyediakan anggaran Rp 6 miliar dengan bunga pinjaman hanya 1 persen. Namun, realisasi penyalurannya baru mencapai Rp 1.288.828.900 atau sekitar 21 persen dari total anggaran yang tersedia.

“Dengan demikian, masih tersisa dana sekitar Rp 4,7 miliar yang belum dimanfaatkan oleh calon penerima,” ujarnya.

Selain dua program tersebut, Achmad juga menjalin kerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.

Dalam kerja sama tersebut, BTN menyiapkan plafon pembiayaan sebesar Rp 15 miliar dengan bunga 6 persen dan tanpa agunan.

Menurut Achmad, keberadaan berbagai skema pembiayaan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dari sektor UMKM.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penguatan sektor usaha kecil dan menengah,” katanya.

Berdasarkan data tahun 2022, jumlah pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Pamekasan mencapai sekitar 49.000 orang. Dengan jumlah tersebut, pemerintah menilai potensi pemanfaatan program permodalan masih sangat besar.

“Jadi sebanyak 49 ribu pengusaha mikro berkesempatan mendapatkan bantuan modal tersebut,” tegas Achmad.

Karena itu, Diskop UKM Naker Pamekasan terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang telah disediakan pemerintah.

“Kami ingin masyarakat memanfaatkan peluang ini. Semakin banyak UMKM yang berkembang, semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” Pungkas Achmad.

Tags: Bank JatimBTNDiskop UMKM Naker PamekasanModal usahaUMKM
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version